Breaking News:

Promoter Polda Jateng

Pelajar Rusuh di Kebumen Dapat Hukuman Tambahan, Ini yang Harus Mereka Lakukan

Para perusuh demo di depan Gedung DPRD Kabupaten diberi sanksi wajib lapor di Polres Kebumen.

Editor: muh radlis
IST
Pelajar yang rusuh saat demo sungkem di kaki orangtuanya. 

TRIBUNJATENG.COM, KEBUMEN - Para perusuh demo di depan Gedung DPRD Kabupaten diberi sanksi wajib lapor di Polres Kebumen.

Para perusuh yang kesemuanya mayoritas masih di bawah umur hadir didampingi oleh para orangtuanya.

Mereka diberi tugas khusus oleh Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan, sebagai bentuk sanksi selain wajib lapor.

Tugasnya yakni mengajak teman-temannya untuk tidak ikut demo anarkis, serta untuk tetap belajar di rumah.

Apalagi saat ini masih pandemi covid-19.

"Ajakan bisa melalui group wa sekolah.

Karena saat ini para pelajar belajar Daring di rumah," jelas AKBP Rudy, Kamis (15/10).

Mirisnya, para perusuh yang diamankan tidak tahu tentang maksud demo yang dilakukannya.

Mereka mengaku hanya ikut-ikutan setelah membaca pesan berantai ajakan demo di depan Gedung DPRD Kebumen, tempo hari.

AKBP Rudy juga memberikan sanksi berupa pemberian kalimat afirmasi positif kepada para perusuh.

"Saya tidak akan mengulangi perbuatan anarkis.

Saya tidak akan melakukan kerusuhan.

Saya menyesal," salah satu kutipan kalimat afirmasi positif yang diucapkan para perusuh.

"Mudah-mudahan ini efektif.

Mereka berjanji pada dirinya sendiri," tukas AKBP Rudy.

Diberitakan sebelumnya, Polres Kebumen mengamankan sedikitnya 18 pelaku anarkis dalam demo di depan Gedung DPRD Kebumen pada hari Jumat tanggal (9/10).

Para pelaku anarkis diamankan karena melakukan perusakan fasilitas umum saat demo. (Humas Polres Kebumen)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved