Breaking News:

Promoter Polda Jateng

Sebelum Berangkat Demo Omnibus Law Mahasiswa di Kebumen Ini Keburu Ditangkap Polisi, Ini Alasannya

Seorang mahasiswa inisial AJ (20) warga desa/kecamatan Petanahan Kebumen ditangkap jajaran Sat Resnarkoba karena diduga sebagai pengedar pil koplo (He

Editor: muh radlis
ISTIMEWA
Ilustrasi Pil Koplo 

Pil itu ia jual kepada teman-temannya dengan harga 50 ribu Rupiah untuk tiap paketnya.

Ia sudah menjual bertoples-toples pil kuning secara ilegal kepada warga Kebumen.

"Ia Pak, ini sisa penjualan pil hexymer. Kurang lebih saya jualan sejak bulan Juli 2020. Sudah ada 5 toples yang terjual kalau tidak salah," terang tersangka AJ.

Tersangka kini untuk sementara waktu harus melanjutkan kuliah di balik dinginnya kamar jeruji besi.

Ia dijerat Pasal 196 Jo. pasal 98 ayat (2), (3) UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling
banyak satu miliar rupiah.

Penuturan tersangka, bisnis ilegal itu berawal dari kebiasaannya mengkonsumsi pil koplo beberapa bulan terakhir.

Ia merasa tenang jika bisa mengkonsumsi pil koplo atau pil dewa itu. Selanjutnya ia berfikir peluang usaha, karena penyalahgunaan pil hexymer marak di kalangan remaja.

Seperti diketahui bersama pil hexymer merupakan obat keras jenis G. Pembelian di apotek harus dengan resep dokter.

Pil hexymer merupakan obat dengan kandungan Trihexyphenidyl (Trihex). Dalam medis, obat tersebut biasa digunakan untuk menangani pasien Parkinson maupun penyakit jiwa.

Efek yang ditimbulkan yaitu pengguna akan berhalusinasi. Jika digunakan dalam jangka waktu lama, akan mengganggu kesehatan dan bisa menyebabkan kematian. (Humas Polres Kebumen)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved