Berita Travel
Wisata di Karimunjawa Mulai Dibuka Kembali, Ini Syarat Bagi Wisatawan
Bupati Jepara, Dian Kristiandi menyampaikan, pembukaan wisata Karimunjawa tersebut untuk mendorong roda perekonomian warga masyarakat
Penulis: raka f pujangga | Editor: muslimah
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara membuka kembali tempat wisata Kepulauan Karimunjawa mulai hari Jumat (16/10/2020) ini.
Pemberangkatan perdana ke Karimunjawa melalui Pelabuhan Penyeberangan Jepara pun mengalami peningkatan.
Namun untuk jumlah pemberangkatan Kapal Bahari 3F ke Karimunjawa masih dibatasi jumlahnya.
Bupati Jepara, Dian Kristiandi menyampaikan, pembukaan wisata Karimunjawa tersebut untuk mendorong roda perekonomian warga masyarakat.
"Sejak ditutup karena Covid-19 ini perekonomian warga masyarakat menjadi terganggu sehingga pembukaan ini harapannya dapat memulihkan perekonomian," jelas dia, di Pelabuhan Kartini, Kabupaten Jepara.
Pihaknya juga telah mendapatkan rekomendasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah untuk membuka kembali tempat wisata itu.
Namun ada syaratnya yang harus dipenuhi wisatawan untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan.
"Termasuk setiap wisatawan yang datang harus membawa surat keterangan rapid test yang menunjukkan non reaktif," jelas dia.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pembatasan jumlah kapasitas penumpang yang masuk ke dalam kapal sehingga ada jarak antar penumpangnya.
Untuk sementara waktu, jumlah keberangkatan kapal juga dibatasi seminggu dua kali sambil dievaluasi nanti secara bertahap.
"Yang berangkat hari ini ada sekitar 298 orang, dari kapasitas kapal 480 orang," ujarnya.
Sementara itu, wisatawan asal Semarang, Kevin Yuniardi (25), mengaku senang dibukanya kembali kapal penyeberangan bagi wisatawan ke Karimunjawa.
"Kebetulan saja saya ada waktu, pas juga dibuka kembali jalur penyeberangan ke sana," jelas dia.
Rencananya, Kevin akan berlibur ke sana selama tiga hari dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Dia juga rela merogoh kocek lebih banyak untuk membayar rapid test sebesar Rp 150 ribu per orang.
"Ya nggak apa-apa bayar lebih mahal. Karena untuk kesehatan juga biar lebih aman," jelas dia.
Kendati demikian, banyaknya wisatawan juga membuat warga Karimunjawa, Indar (40), yang tengah hamil tujuh bulan kesulitan memperoleh tiket kapal.
Indar mengatakan, biasanya mudah memperoleh tiket kapal penyeberangan karena selama Covid-19 berlangsung tidak ada aktivitas wisata.
"Tidak ada aktivitas wisata selama pandemi kemarin cari tiket gampang. Kalau rame banyak orang sulit," jelas dia.
Wanita yang datang ke pusat kota Jepara untuk melakukan pemeriksaan kandungannya itu juga tidak perlu rapid tes.
"Saya ke sana tidak pakai rapid tes, karena warga asli sana sehingga cukup membawa KTP saja," jelas dia. (raf)
TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :