Breaking News:

Berita Purbalingga

Di tengah Pandemi, Olahan Nanas Purbalingga Diekspor ke Arab Saudi

Produk nanas madu mudah dijumpai dan telah membanjiri pasaran luar negeri, khususnya Arab Saudi.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Istimewa
Produk olahan nanas Nanasqu dari Desa Siwarak, Purbalingga tembus pasar Arab Saudi. 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Produk nanas madu mudah dijumpai dan telah membanjiri pasaran. Nanas berukuran mungil dengan rasa manis itu biasa dinikmati dalam kondisi segar.

Tetapi siapa sangka, olahan nanas madu pun banyak peminatnya. Tak tanggung-tanggung, olahan nanas dari Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja ikut membanjiri pasar luar negeri, khususnya Arab Saudi.

Di tengah pandemi Covid 19, produk bermerek NanasQu dalam bentuk koktail justru mulai diekspor ke Arab Saudi mulai bulan Agustus 2020 lalu. Omset NanasQu bahkan mengalami peningkatan, khususnya untuk pasar ekspor nanas kaleng.

Hanya saja, menurut Ngudiono, pemilik usaha olahan nanas 'NanasQu', ia masih terkendala proses pengemasan produk karena belum memiliki mesin pengalengan. Untuk menyiasati kendala tersebut, Ngudiono melakukan proses pengalengan menggunakan sistem makloon di PT BAMS Banjarnegara.

Sementara untuk bahan baku nanas, ia tidak sulit mendapatkannya. Petani di wilayah kecamatan Karangreja sudah banyak yang menanam nanas sehingga hasil panen melimpah. Sebagian petani memasok hasil panen nanasnya ke Ngudiono untuk diolah kembali.

"Nanas Madu sangat mudah dijumpai di Desa Siwarak dan wilayah Kecamatan Karangreja," katanya, Sabtu (16/10)

Permintaan ekspor produk NanasQu ke Arab Saudi cukup besar, sebanyak 52 ribu kaleng setiap bulan. Omset penjualan Nanasqu dalam sebulan bisa mencapai kurang lebih Rp 1,2 miliar. Ke depan pihaknya menargetkan, NanasQu bisa diekspor sampai ke berbagai belahan dunia, semisal Singapura, Dubai, Qatar dan Rusia.

Selain melayani ekspor, NanasQu juga sudah terpajang di toko-toko modern yang bekerja sama dengan Tuka-Tuku Purbalingga.

"Produktivitas dan kualitasnya akan kami jaga agar bisa semakin meluas penjualannya,"katanya

Keberhasilan Nanasqu menembus pasar ekspor tidak lepas dari peran Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

Kabid Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pada Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Kabupaten Purbalingga, Adi Purwanto mengatakan, Pemkab Purbalingga telah membantu proses fasilitasi uji kelayakan produk NanasQu. Pemkab Purbalingga juga membantu memfasilitasi barcode standar internasional di Bandung.

Produk NanasQu pun sudah melalui uji gizi di Laboratorium Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

"Produk NanasQu juga sudah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI," katanya. (*).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved