Breaking News:

TMMD Brebes

Kini Anak-anak Kalinusu Brebes Banyak yang Bercita-Cita Menjadi TNI

Jika sungai besar tersebut banjir maka anak-anak sekolah juga tidak bisa kemana-mana (terisolir) selama banjir berlangsung.

Istimewa
Masyarakat Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dan TMMD Regular 109 Kodim 0713 Brebes. 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES – Salah satu dampak positif dari pelaksanaan program pembangunan infrastruktur dan non fisik masyarakat Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melalui TMMD Regular 109 Kodim 0713 Brebes, adalah anak-anak di desa sasaran program tersebut termotivasi menjadi prajurit TNI.

Dibenarkan Kepala Desa Kalinusu, Wasid (44), bahwa jika ditanya soal cita-cita anak-anak di desanya banyak yang menyatakan keinginannya menjadi tentara.

“Itu sangat jelas bahwa hadirnya ratusan anggota TNI di desa kami mulai merubah sudut pandang mereka untuk menjadi petani seperti mayoritas profesi warga kami saat ini,” ungkapnya, Jumat (16/10/2020).

Menurutnya, kehadiran prajurit untuk memotivasi dan ikut berinteraksi di setiap kegiatan anak-anak, membuat mereka merasa memiliki teman atau sosok panutan.

Tentu kebaikan dan keikhlasan prajurit dalam berbagai kesempatan telah menyentuh dan menggerakkan hati mereka.

“Khusus bagi anak-anak kami di Dusun Kedung kandri yang dulu terisolir 75 tahun karena tidak memiliki akses jalan terdekat ke Desa Kalinusu, pembangunan jalan TMMD sepanjang 2,2 kilometer itu sangat menyentuh bagi mereka,” imbuhnya.

Dijelaskannya lanjut, pembangunan jalan itu jelas akan meningkatkan semangat belajar mereka, karena jalan selebar 4-6 meter itu telah membuat ke sejumlah sekolah yang ada di desanya Kalinusu, menjadi hanya 8-10 menit dengan naik sepeda.

Sebelum adanya jalan TMMD itu, segala aktivitas masyarakat Kedung Kandri untuk menuju ke fasilitas pendidikan, kesehatan, dan ke pasar terdekat yang ada di wilayah kecamatan tetangganya, yaitu Kecamatan Bantarkawung, harus menyeberangi Kali Pemali dengan sampan dan membayar ongkos seribu rupiah untuk anak sekolah pulang pergi, Rp. 2 ribu menggunakan sepeda kayuh, dan Rp. 5 ribu saat orang menggunakan sepeda motor.

Sementara untuk ke Kantor Balai Desa Kalinusu, setelah menyebrang rakit, mereka harus melanjutkan perjalanan darat sejauh 8 kilometer lebih (45 menit lebih), dengan melewati sejumlah desa di wilayah kecamatan tetangganya itu, kemudian ke wilayah Kecamatan Bumiayu, hingga akhirnya sampai tujuan.

Jika sungai besar tersebut banjir maka anak-anak sekolah juga tidak bisa kemana-mana (terisolir) selama banjir berlangsung.

“Jadi jalan TMMD itu juga akan memotivasi anak-anak kami di Dusun Kedung Kandri, untuk melanjutkan sekolah minimal lulus SLTA sederajat, dimana sebelumnya hanya sampai SLTP dan bahkan SD,” tandas Wasid. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved