Breaking News:

Peringati Hari Pangan: Grow, Nourish, Sustain, Together

Peringatan hari Pangan Dunia tahun ini terasa istimewa, karena berlangsung di saat pandemi Covid-19 mewabah hampir di sebagian besar belahan dunia.

Editor: rustam aji
istimewa
Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Jawa Tengah, Khafid Sirotudin 

Selama ini rakyat sudah 'wareg' (kenyang) dengan informasi dan 'pehape' janji2 kampanye para wakil rakyat dan pemimpin negeri yang belum banyak dan tidak pernah direalisasikan. Masyarakat sudah mengerti dan melek informasi bagaimana menteri perdagangan selama 5 tahun terakhir mengimpor beras disaat petani panen raya. Rakyat belum lupa kasus suap kuota impor daging yang menerpa presiden sebuah partai dan wakil rakyatnya. Para petani pun masih 'sadar dan sabar nasib' bilamana hingga kini Nilai Tukar Petani (NTP) masih rendah dan jauh dari kemakmuran.

Kebersamaan (together) dalam mewujudkan ketersediaan, ketercukupan dan keamanan pangan haruslah dilandasi sikap, komitmen serta integritas dari seluruh pemangku pangan (stakeholders) di Indonesia. Eksekutif, legislatif, yudikatif, BUMN, para cerdik pandai, alim ulama, pedagang, saudagar, aparat, petani, peternak, pekebun, petambak, nelayan dan rakyat kebanyakan musti serempak, serentak, bersama-sama 'holobis kuntul baris', merapat-lurus-rapikan shaft (barisan) dalam mewujudkan pangan bagi seluruh rakyat dan bangsa kita. Terwujudnya ketahanan pangan yang berkeadilan, nir kezaliman dan menghindari keserakahan oligarki kekuasaan politik pangan nasional.

Sebagaimana satu riwayat mensabdakan:
'Orang berserikat dalam tiga hal: air, rumput dan garam'.
Secara kontekstual, Nabi saw memberikan pesan penting kepada umat manusia bahwa air, rumput (tanaman/sumber pangan) dan mineral (garam, emas, perak, nikel dan bahan tambang lainnya) wajib dikuasai oleh 'perserikatan' (negara) serta dipergunakan untuk sebesar- besarnya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

Semoga Allah Tuhan yang Maha Kuasa melindungi segenap bangsa dan rakyat Indonesia. Tentu saja kita bersama wajib berusaha secara kuat, berdoa yang tulus, melakukan pengabdian dan pengorbanan yang ikhlas dari segenap pemangku ketahanan nasional bangsa Indonesia.

"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib (keadaan) suatu kaum sehingga mereka berusaha merubah keadaan pada diri mereka sendiri"
(Qs.Ar-Ra'd : 11)

Wallahua'lam

Klatur: 16/10/2020
*) Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PWM Jateng; Alumni Magister Agribisnis Undip; Praktisi pangan dan pembudidaya lebah madu Klanceng.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved