Breaking News:

Pollycarpus yang Terlibat dalam Pembunuhan Aktivis HAM Munir Meninggal karena Corona

Pollycarpus dikabarkan meninggal karena Covid-19. Ia sebelumnya sudah menjalani perawatan di Rumah Sakit selama 16 hari.

Pollycarpus yang Terlibat dalam Pembunuhan Aktivis HAM Munir Meninggal karena Corona
bbc
Pollycarpus Budihari Prijanto

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pollycarpus Budihari Prijanto, sosok yang terlibat dalam pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib dikabarkan meninggal dunia sore kemarin, Sabtu (17/10).Kabar meninggalnya Pollycarpus disampaikan Sekjen Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang kepada wartawan.

Pollycarpus dikabarkan meninggal karena Covid-19. Ia sebelumnya sudah menjalani perawatan di Rumah Sakit selama 16 hari. Picunang memberi konfirmasi soal kabar Pollycarpus meninggal dunia."Betul, beliau meninggal sore ini di RSPP karena sakit," ujarnya saat dikonfirmasi.

Pollycarpus dikabarkan meninggal dunia dalam keadaan positif Corona. Wirawan Adnan, yang merupakan mantan pengacara almarhum membenarkan kabar ini.

"Saya dapat kabar dari istrinya mba Hera yang mengabarkan jam 14.52 WIB tadi meninggal dunia karena Covid-19," ujar Wirawan.

Sebelum meninggal dunia, kata Wirawan, Pollycarpus menjalani perawatan di Rumah Sakit Modular Simpruk (Universitas Pertamina) Simprug, Jakarta Selatan.

Pasca ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan aktivis HAM, Munir Said Thalib pada 18 Maret 2005 silam, nama Pollycarpus Budihari Priyanto ramai dibicarakan media dan publik Tanah Air.Wajah dan nama Pollycarpus, 'mondar-mandir' bersliweran di berbagai tajuk media massa baik di dalam negeri maupun di luar negeri.Pollycarpus, terpidana kasus pembunuhan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Munir Said Thalib, bebas murni, Rabu tahun 2018 lalu.

Pasca pembebasan vonis 14 tahun penjara oleh Mahkamah Agung, sosok Pollycarpus mendadak hilang bak ditelan bumi. Dikutip dari Kompas.com, Pollycarpus ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Munir pada 7 September 2004 silam dalam pernerbangan pesawat dari Singapura-Amsterdam.Mantan pilot pesawat Garuda Indonesia ini ditetapkan sebagai tersangka dengan dugaan telah meracuni Munir menggunakan racun arsenik.

Pada 20 Desember 2005 Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis Pollycarpus dengan 14 tahun hukuman penjara. Kendati demikian vonis Pollycarpus sempat dikurangi menjadi 2 tahun dan bahkan sampai sempat menghirup udara bebas. Pasca Pollycarpus bebas, Kejagung mengajukan peninjauan kembali dan Mahkamah Agung mengabulkan PK Jaksa dan kembali menghukum Pollycarpus selama 20 tahun penjara.

Jalani 8 tahun penjara, Pollycarpus pada akhirnya dinyatakan bebas bersyarat pada 28 November 2018.Pembebasan Pollycarpus sempat menuai pro dan kontra di antara masyarakat.

Terlebih lagi ketika dalang sebenarnya di balik kasus kematian Munir sampai detik ini masih juga belum terungkap.Lama menghilang dari pemberitaan media, rupanya nama Pollycarpus Budihari Priyanto dikabarkan bergabung dengan partai politik besutan pangeran Cendana, Parta Berkarya.

Kabar ini kemudian dibenarkan oleh Sekertaris Jenderal Partai Berkarya, Ani Picunang.Andi Picunanng menegaskan, Pollycarpus memiliki hak politik seperti warga negara lainnya terlepas dari status hukumnya sebagai mantan tersangka kasus pembunuhan Munir.Oleh sebab itu, dia tidak mempersoalkan terjunnya Pollycarpus ke politik melalui Partai Berkarya."Beliau punya hak dan kewajiban yang sama dan dijamin oleh negara. Ingat ya, setiap warga negara memiliki hak yang sama," ujar Andi Picunang .

Kendati dikabarkan bergabung dengan partai politik besutan Tommy Soeharto tersebut, Pollycarpus mengaku tak pernah bergabung dengan kegiatan politik apapun. Dalam tayangan Catatan Najwa edisi 2 April 2018 di kanal YouTube Najwa Shihab.Dalam tayangan tersebut Pollycarpus mengaku kini ia tengah sibuk bekerja di sebuah perusahaan aviasi bernama PT Gatari Air Force sebagai Asisten Direktur.PT Gatari Air Force adalah perusahaan milik Tommy Soeharto yang bergerak di bidang penerbangan.

Pollycarpus mengatakan namanya terdaftar sebagai anggota partai Berkarya pasca dirinya bekerja di perusahaan tersebut.Kendati demikian, Pollycarpus menolak bila dikatakan dirinya sengaja terjun ke dunia politik.Karena pada kenyataannya, ia justru tak tahu bila namanya didaftarkan dalam keanggotaan partai, apalagi dikabarkan terlibat dalam kegiatan berpolitik."Sebenarnya saya enggak in touch dengan partai karena pada dasarnya saya tidak suka politik. Saya lebih menyukai kegiatan sosial," ujarnya.

"Kalau soal tercantum, sebenarnya siapa saja bisa tercantum. Itu kan hak warga negara. Saya tidak pernah tahu, saya pernah dengar kalau nama saya didaftarkan tapi sampai saat ini saya tak pernah punya kartu keanggotaan," ungkap Pollycarpus. (tribun network/sen/kompas.com)

Editor: rustam aji
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved