Breaking News:

Berita Internasional

Seorang Guru Sejarah Tewas Dipenggal, Pelaku Remaja 18 Tahun Ditembak Mati

Seorang guru di Prancis dipenggal karena mengajarkan tentang kebebasan berekspresi.

Kompas.com/Istimewa
Polisi Perancis berkumpul di luar SMP setelah seorang guru dipenggal. Dia dibunuh setelah membuka diskusi mengenai karikatur Nabi Muhammad sebagai bagian dari kebebasan berekspresi.(AP PHOTO/Michel Euler) 

TRIBUNJATENG.COM, PARIS - Seorang guru di Prancis dipenggal karena mengajarkan tentang kebebasan berekspresi.

Remaja Chechen berusia 18 tahun diduga menjadi pelakunya.

Pembunuhan itu terjadi pada Jumat (16/10/2020) sore waktu setempat di SMP tempat si pendidik mengajar di Conflans Saint-Honorine.

Baca juga: Syahnaz Sadiqah Ngaku Stres 15 Ekor Ular Ditemukan Kawasan Rumahnya, Ada Biawak Juga

Baca juga: Suami Vanessa Angel Bangkrut, Ayah Bibi Ardiansyah Beri Mobil

Baca juga: 7 Kapolres Pindah Tugas, Ini Nama Jajaran Polda Jateng dalam Mutasi Polri Terbaru

Baca juga: Fans Beruntung Nikahi Andela Eks JKT48, Kisah Cintanya Tergambar di Foto-fotonya Ini

Pelaku yang sempat kabur setelah membunuh pengajar itu kemudian dikonfrontasi oleh polisi, di mana si pelaku ditembak mati.

Polisi menerangkan, korban merupakan guru Sejarah yang baru-baru ini mengajar soal kebebasan berekspresi, di mana mengambil contoh karikatur Nabi Muhammad.

Pengajarannya kemudian menimbulkan gelombang protes dari orangtua murid, di mana puncaknya adalah si pengajar itu dipenggal.

Sumber dari kehakiman mengungkapkan, total sembilan orang ditangkap atas kasus itu, termasuk orangtua murid tempat si pendidik mengajar.

Dilansir AFP Sabtu (17/10/2020), orangtua murid itu menunjukkan bahwa mereka tidak setuju si pengajar menunjukkan karikatur Nabi Muhammad.

Kemudian tiga dari lima terduga pelaku yang ditangkap merupakan kenalan remaja 18 tahun itu, dengan empat terduga tersangka pertama adalah kerabat pelaku.

Pembunuhan itu terjadi di tengah sidang pembantaian majalah satir Charlie Hebdo pada 2015, di mana 12 staf mereka tewas.

Menjelang sidang pada September lalu, majalah itu kembali memublikasikan kartun yang menimbulkan gelombang kemarahan Muslim sedunia.

Dalam kicauannya, Charlie Hebdo mengecam dan menyebut kasus guru tersebut merupakan fakta intoleransi sudah semakin merajalela.

Presiden Perancis Emmanuel Macron sudah merespons dengan menyatakan kasus tersebut merupakan "serangan teroris", dan menegaskan terorisme seperti itu takkan bisa menang. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Guru di Perancis Dipenggal, Remaja Chechen Berusia 18 Tahun Jadi Pelaku"

Baca juga: Cerita Daryati TKI Pembunuh Majikan di Singapura: Ingin Pulang Hingga Pernah Diperkosa Kakaknya

Baca juga: Sule Merasa Nathalie Holscher Tak Seperti Dulu: Kok Aku Sedih Ya. . .

Baca juga: Pengakuan Pria Begal Payudara, Mahasiswi yang Tengah Berteduh Jadi Korban hingga Diseret ke Jalan

Baca juga: Bukan Kaleng-kaleng, Suvenir di Pernikahan Nikita Willy dan Indra Piawan Berupa Perhiasan Mahal

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved