Breaking News:

Rencana Merger Bank Syariah BUMN Raih Banyak Dukungan

Rencana merger bank syariah entitas anak himpunan bank milik negara (Himbara) justru didukung sejumlah perbankan syariah lain.

Editor: Vito
Rencana Merger Bank Syariah BUMN Raih Banyak Dukungan
ISTIMEWA
ilustrasi - bank syariah mandiri

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Alih-alih berpotensi mengganggu pasar, rencana merger bank syariah entitas anak himpunan bank milik negara (Himbara) justru didukung sejumlah perbankan syariah lain.

Asal tahu, sampai Juni 2020, jika ditotal aset tiga bank yang bakal melakukan penggabungan usaha yaitu PT Bank BRI Syariah Tbk, PT Bank Mandiri Syariah, dan PT Bank BNI Syariah mencapai Rp 214,74 triliun, atau setara 40,58 persen dari total aset perbankan syariah, termasuk unit usaha syariah (UUS).

Nilai tersebut pun masih dapat melonjak tinggi, meninggat masing-masing induk yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), PT Bank Mandiri Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) bakal mengalihkan asetnya di Aceh kepada entitas anaknya masing-masing.

Hal itu terkait dengan ketentuan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) yang mewajibkan lembaga keuangan di Aceh mesti beroperasi dengan prinsip syariah paling lambat pada 2022.

“Kami melihatnya merger justru menjadi sinyal yang positif, karena dengan bank syariah yang besar misalnya dapat memimpin pembiayaan sindikasi syariah, yang bisa mengajak bank syariah maupun UUS lain untuk partisipasi,” kata Direktur Unit Usaha Syariah PT Bank Permata Tbk, Herwin Bustaman, kepada Kontan, pekan lalu.

Belakangan, sejumlah bank syariah terus melakukan pembiayaan syariah secara domestik. BNI Syariah misalnya bulan lalu memimpin sindikasi pembiayaan investasi Rp 226 miliar bersama PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS), dan PT Bank BJB Syariah.

Dari catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan investasi non-UMKM yang satu komponennya adalah pembiayaan sindikasi juga terus meningkat. Sampai Juli 2020 tercatat portofolionya mencapai Rp 62,09 triliun, dengan pertumbuhan 6,65 persen yoy.

Direktur Syariah Banking PT Bank CIMB Niaga Tbk, Pandji P Djajanegara pun sepakat, pembentukan bank syariah yang besar bisa meningkatkan level perbankan syariah secara umum.

“Konsolidasi bisa menciptakan efisiensi di industri, sehingga ragam produk, dan infrastruktur juga makin bisa bersaing dengan bank konvensional. Apalagi sekarang pasar syariah masih kecil, hanya 6 persen dibandingkan konvensional,” ujarnya.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, sekaligus Ketua Tim Project Management Office, Hery Gunardi sempat menyatakan, hasil penggabungan tiga bank syariah tersebut bahkan bisa masuk jajaran 10 besar bank syariah berkapitalisasi teratas di dunia.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved