Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Universitas Nasional Karangturi

Adaptasi di Era New Normal

Ada beberapa hal yang bisa diadaptasi untuk menjadi sebuah kebiasaan baru

Editor: abduh imanulhaq
IST
Pradipta Risma Rukma Ardi ST MM, Dosen Prodi S1 Manajemen Unkartur Semarang 

Oleh: Pradipta Risma Rukma Ardi ST MM
Dosen Prodi S1 Manajemen Unkartur Semarang

PADA awal tahun ini kita “dihantam badai” Covid-19. Meskipun hingga saat ini pandemi virus Covid-19 belum berakhir, tetapi kebijakan new normal sudah diterapkan sejak beberapa bulan lalu. Ada beberapa hal yang bisa diadaptasi untuk menjadi sebuah kebiasaan baru.

1. Serba Online Semua

Dengan diterapkannya social distancing, hampir semua hal bisa dikerjakan melalui gadget tanpa kita perlu keluar rumah. Mulai dari kuliah daring, “menghadiri” berbagai macam seminar atau pelatihan secara online, reunian dan meeting secara virtual, membeli barang kebutuhan sehari-hari, konsultasi dokter hingga mencari mobil baik baru maupun bekas pun bisa dilakukan dengan cara online, yang harus  dicermati adalah memastikan bahwa kita sudah mempelajari syarat dan ketentuan yang diterapkan oleh masing-masing toko sebelum memutuskan untuk bertransaksi secara online, jangan sampai salah memilih toko yang kurang kredibel sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Peningkatan Penggunaan Alat Transportasi Pribadi

Agar dapat mengurangi terjadinya penumpukan pada transportasi umum, banyak dari kita yang memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk beraktifitas. Perlu diperhatikan juga mengenai protokol kesehatan mobil, antara lain memastikan kabin dalam kondisi bersih, buang sampah dan turunkan barang-barang yang tidak diperlukan, simpan masker cadangan dalam laci dashboard, tetapi jangan meninggalkan hand sanitizer dalam mobil karena kandungan alkohol di dalamnya dapat memicu terjadinya kebakaran saat terpapar suhu tinggi, terlebih pada waktu diparkir di bawah terik matahari.

3. Kebutuhan Pokok Masyarakat Bertambah

Dulu kita mengenal kebutuhan pokok masyarakat adalah sandang, pangan dan papan. Setelah COVID-19 melanda, sandang bukan saja meliputi pakaian namun juga penggunaan masker. Masker yang dahulu hanya digunakan dokter, pekerja pabrik, dan beberapa profesi yang mengharuskan penggunaan proteksi tambahan, saat ini menjadi kebutuhan pokok yang wajib dimiliki, karena apabila beraktifitas diluar rumah tanpa menggunakan masker, kita menjadi merasa seperti “belum berpakaian lengkap”.

4. Pergeseran Pengembangan Bidang Usaha

Sebelum pandemi Covid-19, semua lini usaha berkembang, mulai dari kuliner, pariwisata, perhotelan, entertainment seperti bioskop hingga kafe atau tempat hiburan lainnya. Saat ini bidang usaha yang dapat bertahan antara lain produsen masker, alkohol, hand sanitizer, vitamin dan suplemen peningkat daya tahan tubuh, bahkan jamu empon-empon menjadi semakin dicari. Produsen tas tingkat dunia seperti Louis Vuitton dan Tory Burch juga berinovasi membuat masker untuk menyediakan kebutuhan masker yang fashionable. Dengan ini bisa disimpulkan bahwa produsen yang ingin survive dituntut untuk melakukan adaptasi dengan cara memproduksi barang ataupun jasa yang menjadi kebutuhan masyarakat luas saat ini yaitu untuk mencegah penularan virus corona dan menjaga stamina tubuh.

Demikian lah beberapa hal yang dapat diterapkan untuk membangun sebuah kebiasaan baru di era new normal, selain tetap menerapkan protokol kesehatan antara lain, rajin mencuci tangan, menjaga jarak dan mengurangi aktivitas yang tidak terlalu diperlukan di luar rumah. (*)

Informasi lebih lanjut : Jl. Raden Patah No. 182-192, Semarang. Telp. 024-3545882/08112710322 atau IG @universitasnasionalkarangturi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved