Breaking News:

Berita Batang

Beda Hulu Beda Hilir, Riwayat Sungai Kupang Batang yang Hidupi Para Petani

Kali atau Sungai Kupang yang mengalir dari Pegunungan Dieng menuju, Kabupaten Batang menjadi sumber air penting bagi para petani

Penulis: budi susanto | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Budi Susanto
Masyarakat memanfaatkan aliran Sungai Kupang, di wilayah Desa Brokoh Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang untuk mencuci baju, Senin (19/10/2020). 

Beberapa warga menyayangkan kondisi tersebut, pasalnya aliran Sungai Kupang juga menjadi sumber penghidupan bagi para petani di hulu.

"Kalau di hulu ya begini kondisinya, kurang begitu jernih, bahkan kadang warna airnya coklat," papar Ahmad satu di antara warga Kecamatan Batang, yang juga tinggal di sekitar aliran Sungai Kupan.

Ia menerangkan, kemungkinan air tersebut tercemar lumpur dari galian yang ada di sepanjang aliran Sungai Kupang.

"Kalau benar-benar dijaga dan tidak ada yang mencemari, saya rasa akan lebih baik kualitas airnya. Sebenarnya pelestarian menjadi hal wajib, mengingat pemanfaatan air dari Sungai Kupang sangat banyak," jelasnya.

Menyoal menjaga kondisi DAS Kupang, beberapa komunitas di Kabupaten Batang telah melakukannya.

Bahkan menurut Subekan satu di antara perangkat Desa Brokoh, Kecamatan Wonotunggal Kabupaten, ada tradisi tahunan untuk merawat sungai.

"Tradisi itu digelar dari Kabupaten Pekalongan tepatnya di hilir yaitu di Telaga Sigebyar hingga ke Kabupaten Batang," imbuhnya.

Melihat besaranya potensi aliran Sungai Kupan, Subekan juga menjelaskan, akan membuat sejumlah gerakan yang memadukan wisata edukasi dan pelestarian lingkungan.

"Meski masih wacana, namun kami harap wisata edukasi tersebut bisa dijalankan. Nantinya akan ada obyek wosata di bendungan Sungai Kupang," tambahnya. (bud)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved