Selasa, 28 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kabupaten Semarang

Cegah Pelajar Ikut Demo, Disdik Kabupaten Semarang Bakal Kumpulkan Kepala Sekolah

Menyikapi adanya sejumlah pelajar terlibat dalam demo menolak Omnibus Law, Disdikbudpora bakal kumpulkan kepala sekolah.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Menyikapi adanya sejumlah pelajar yang terjaring aparat kepolisian lantaran terlibat dalam aksi demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang bakal kumpulkan kepala sekolah.

Kepala Disdikbudpora Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo mengatakan rencana mengumpulkan para kepala sekolah dibawah kewenangan dinas akan dilangsungkan pekan depan.

"Kami sudah mengamati pemberitaan adanya pelajar tertangkap petugas karena ikut demo. Hanya saja pelajar SMA/SMK bukan kewenangan kami. Jadi nanti jenjang dibawahnya mulai SD sampai SMP kepala sekolahnya akan kami kumpulkan," terangnya saat dihubungi Tribunjateng.com, Senin (19/10/2020)

Menurut Sukaton, di wilayah Kabupaten Semarang terdapat sebanyak 482 sekolah setingkat sekolah dasar (SD) baik negeri maupun swasta. Sedangkan setingkat SMP baik swasta maupun negeri sejumlah 101 sekolah.

Ia menambahkan, secara lisan himbauan agar pelajar tidak mengikuti demo. Atau terpengaruh informasi ajakan turut aksi unjuk rasa telah disampaikan melalui kepala sekolah.

"Secara lisan himbauan biasa agar tidak ikut-ikutan demo sudah kami sampaikan pada masing-masing kepala sekolah. Dan dalam waktu dekat ini secara langsung akan kami kumpulkan mereka," katanya

Kapolres Semarang AKBP Gatot Hendro Hartono mengaku selama banyaknya aksi demo oleh para buruh terkait penolakan Omnibus Law UU Cipta tidak ada pelajar tertangkap petugas terlibat dalam unjuk rasa.

"Teman-teman pelajar kami menghimbau agar tidak ikut demo. Mari kita cintai, kita hayati, renungkan bahwa Kabupaten Semarang milik kita bersama yang harus kita jaga kondusivitasnya," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved