Breaking News:

Berita Internasional

Seorang Wanita Inggris Mengaku Diperkosa Menteri Uni Emirat Arab di Pulau Pribadi

Pelecehan terjadi ketika dia mendapat undangan bertemu dengan Syekh Nahyam sesaat sebelum pembukaan Festival Hay Abu Dhabi yang pertama.

GOOGLE
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, LONDON - Wanita Inggris yang bekerja di festival sastra Uni Emirat Arab ( UEA), menuduh Menteri Toleransi UEA melakukan pelecehan seksual kepadanya pada Februari.

Tuduhan itu diungkap oleh surat kabar The Sunday Times yang dilansir AFP pada Minggu (18/10/2020).

Sementara, Menteri Toleransi Syekh Nahyan bin Mubarak Al Nahyan (69) membantah dirinya bersalah, dan sedang diselidiki oleh Scotland Yard, markas Kepolisian Metropolitan Inggris.

Baca juga: Cerita Budi Pacar Wanita Tewas di Kamar Kos Semarang: Digigit Serangga Hingga Infeksi dan Melepuh

Baca juga: Rizieq Shihab Dikabarkan Pulang PA 212 Soloraya Gembira: Arab Saudi Masih Ada Semacam Lampu Merah

Baca juga: Masih Banyak Pekerja Belum Terima Subsidi Gaji, Menaker Minta Perusahaan Perbaiki Persyaratan

Baca juga: Syahnaz Sadiqah Ngaku Stres 15 Ekor Ular Ditemukan Kawasan Rumahnya, Ada Biawak Juga

Kasus itu diduga terjadi ketika pekerja festival sastra Hay bernama Caitlin McNamara (32) yang bersedia disebut namanya, mengunjungi menteri di sebuah vila pulau pribadi pada hari Valentine.

Terduga korban mengatakan, pelecehan terjadi ketika dia mendapat undangan bertemu dengan Syekh Nahyam sesaat sebelum pembukaan Festival Hay Abu Dhabi yang pertama.

Di Inggris, wanita itu kemudian mengajukan pengaduan resmi ke polisi.

Kepolisian Metropolitan menyelidikinya sebagai tuduhan pemerkosaan, menurut laporan The Sunday Times.

Ketua Dewan Festival Hay Caroline Michel berkata, "Apa yang terjadi pada teman dan kolega kami Caitlin McNamara di Abu Dhabi pada Februari adalah pelanggaran mengerikan dan penyalahgunaan kepercayaan serta posisi yang parah."

"Syekh Nahyan bin Mubarak Al Nahyan menodai tanggung jawab kementeriannya dan merusak upaya pemerintahannya untuk bekerja dengan Festival Hay dalam mempromosikan kebebasan berbicara dan pemberdayaan perempuan," tulis The Sunday Times mengutip sebuah pernyataan.

Pengacara pencemaran nama baik London Schillings berujar ke The Sunday Times, "Klien kami terkejut dan sedih dengan tuduhan ini, yang muncul delapan bulan setelah insiden yang dituduhkan melalui surat kabar nasional."

Polisi Metropolitan mengonfirmasi bahwa seorang wanita menghubungi petugas pada Juli untuk melaporkan tuduhan pemerkosaan.

"Pernyataan awal sudah diambil dari wanita itu," kata mereka. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wanita Inggris Mengaku Diperkosa Menteri UEA di Vila Pulau Pribadi"

Baca juga: Nurdin Rudythia: Saya Sangat Suka Nita Thalia yang Dulu Sebelum Operasi

Baca juga: Al Ghazali Mengaku Serius Ingin Nikahi Alyssa Daguise: Sudah Izin Papanya

Baca juga: Konsumsi 7 Makanan Berikut Ini Bisa Bantu Atasi Sembelit

Baca juga: Terinfeksi Covid-19 untuk Kedua Kalinya, Seorang Tenaga Medis di Tulungagung Meninggal Dunia

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved