Breaking News:

DPRD Kabupaten Pekalongan

Desa Bojong Wetan Terima Bantuan Program dari Kemensos Sebesar Rp 150 Juta

Desa Bojong Wetan, Kabupaten Pekalongan mendapatkan program bantuan dari Kemensos sebesar Rp 150 juta.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: sujarwo
Istimewa
Abdul Adhim anggota DPRD Kabupaten Pekalongan (kanan) berbaju biru saat menerima kunjungan dari Kementerian Sosial. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Desa Bojong Wetan, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah melalui Forum Keserasian Sosial Qorina mendapatkan program bantuan dari Kementerian Sosial sebesar Rp 150 juta pada tahun 2018.

Bantuan yang diberikan Kemensos ini digunakan untuk pembuatan lapangan sepak bola dan olahraga.

Abdul Adhim anggota DPRD Kabupaten Pekalongan saat dihubungi Tribunjateng.com mengatakan, bantuan ini namanya program keserasian sosial dari Kemensos.

"Kemarin, kami menerima kunjungan dari Kementerian Sosial dan mengajak untuk melihat langsung lapangan sepak bola dan olahraga yang mendapatkan program keserasian sosial dari Kemensos," kata Adhim, Senin (19/10/2020).

Menurutnya, tujuan kunjungan dari Kemensos tersebut untuk mengetahui, bahwa program yang diberikan apakah jalan atau tidak. Karena, nantinya Desa Bojong Wetan akan dijadikan desa percontohan untuk daerah lain.

"Alhamdulillah, Kemensos senang dan mengapresiasi apa yang sudah dilakukan melalui program keserasian sosial ini."

"Semoga Desa Bojong Wetan bisa menjadi desa percontohan untuk program keserasian sosial dari kementerian sosial untuk daerah lain," ujarnya.

Pihaknya menjelaskan bahwa dengan adanya lapangan sepak bola dan olahraga tersebut ternyata memberikan manfaat yang besar untuk warga sekitar.

Karena lapangan tersebut aktif digunakan untuk anak muda dan juga digunakan untuk event tertentu yang bisa mendatangkan ekonomi untuk warga sekitar.

"Pernah lapangan ini digunakan untuk event menggambar di tingkat Kecamatan, pesertanya ratusan orang dan mendatangkan orang banyak sehingga bisa mendatangkan peningkatan ekonomi untuk warga.

"Tetapi kita tidak menyarankan jika lapangan ini digunakan untuk event konser karena rawan terjadi konflik dan bisa merusak kualitas rumput lapangan," jelasnya.

Adhim juga menyarankan desa lain di Kabupaten Pekalongan agar bisa mencoba mengajukan program keserasian sosial ke Kementerian Sosial.

"Selain mendapatkan bantuanjuga bisa menjadikan desa tersebut lebih aktif dan produktif sehingga bisa memberikan manfaat untuk warga sekitar," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved