Breaking News:

Berita Semarang

Karantina Pertanian Semarang Berhasil Gagalkan Pengiriman 5 Burung Ilegal dari Kumai

Balai Karantina Pertanian Semarang berhasil menggagalkan pengiriman 5 burung secara ilegal di Pelabuhan Tanjung Emas.

Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: sujarwo
via kompas.com
Burung murai batu (Copsychus malabaricus) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Balai Karantina Pertanian Semarang berhasil menggagalkan pengiriman 5 burung secara ilegal di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Penggagalan pengiriman burung ilegal tersebut dilakukan pada saat hari jadi Karantina Pertanian ke 143 yakni pada Minggu (18/10) dini hari.

5 burung ilegal yang digagalkan pengiriman tersebut yakni 2 Burung Murai Batu, 1 Burung Kacer dan 2 Burung Kapas Tembak. Burung tersebut diselundupkan ke Jawa Tengah melalui jalur laut dari Kumai Kalimantan Tengah.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Semarang, Parlin Robert Sitanggang mengatakan bahwa temuan tersebut didapatkan saat pihaknya tengah melaksanakan pengawasan terkait barang bawaan dari kedatangan Kapal KM Dharma Rucitra 9. Dalam pengiriman burung ilegal tersebut melibatkan dua orang.

Pelaku pertama berusaha mengelabui petugas karantina dengan mengaku bahwa dokumen kekarantinaan dibawa temannya yakni pelaku kedua. Namun, setelah temannya dikonfirmasi ternyata pemilik tidak bisa menunjukan dokumen yang dimaksud.

"Sempat terjadi aksi kejar-kejaran, hingga akhirnya pemilik hewan tersebut tertangkap. Dan dengan tegas Pejabat Karantina membawanya ke kantor untuk dimintai keterangan dan arahan," ujar Parlin pada Selasa (20/10).

Parlin mengatakan penggagalan pengiriman ilegal ini tidaklah kali pertama pihak lakukan. Menurutnya keberhasilan penggagalan ini tidak luput dari komunikasi dan koordinasi yang baik antara Karantina Pertanian Semarang dengan instansi terkait lingkup Pelabuhan Tanjung Emas.

"Komunikasi yang baik dari antar instansi di Pelabuhan dengan berbagi informasi demi kelancaran kegiatan pemeriksaan dan pengawasan," katanya

Ia pun mengimbau masyarakat untuk jangan ragu melapor kepada Pihak karantina di bandara dan pelabuhan jika ingin melalulintaskan media pembawa karantina berupa hewan dan tumbuhan. Menurutnya proses karantina untuk menghindarkan hama maupun penyakit pada hewan dan tumbuhan yang mungkin bisa berbahaya pada lestarinya sumber daya alam hayati, namun juga dapat berdampak bagi kesehatan masyarakat dan perekonomian.

"Untuk burung yang ditahan kini telah dilakukan penolakan dengan menggunakan kapal yang sama dihari yang sama” paparnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved