Breaking News:

Berita Semarang

Tertib Bayar PBB kepada Pemkot Semarang, Siap-Siap Undian Mobil dan Motor Menanti

Bapenda Kota Semarang bakal melakukan undian bagi wajib pajak bumi dan bangunan (PBB) pada pertengahan November nanti.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN
Seorang wajib pajak sedang membayar pajak di kantor Bapenda Kota Semarang, Selasa (20/10/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang bakal melakukan undian bagi wajib pajak bumi dan bangunan (PBB) pada pertengahan November mendatang.

Kepala Bapenda Kota Semarang, Agus Wuryanto mengatakan, telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 500 juta untuk kegiatan pengundian PBB dan pengadaan hadiah berupa satu mobil, tiga sepeda motor, dan sejumlah alat elektronik.

"Undian PBB tahun 2020 tetap diselenggarakan. Tapi, karena suasana masih pandemi Covid-19 pelaksanaan sedikit berbeda. Jenis hadiah juga sedikit berbeda, tamu undangan saat pengundian juga terbatas," jelas Agus, Selasa (20/10/2020).

Agus menegaskan, pengundian akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Dia berharap, pemberian hadiah ini menjadi stimulus bagi wajib pajak agar lebih rajin dalam membayar pajak.

Wajib pajak yang berhak diikutkan dalam undian PBB adalah wajib pajak yang membayar sebelum jatuh tempo yaitu Januari - Agustus. Saat ini, Bapenda sedang merekap jumlah wajib pajak yang membayar PBB tepat waktu.

"Yang membayar setelah 31 Agustus kami tidak ikutkan karena kami ingin wajib pajak yang ikut undian memberikan suri tauladan. Sedangkan yang membayar PBB pada September sampai Desember hanya dibebaskan denda dan pengurangan pokok tunggakan saja tanpa diikutkan undian," terangnya.

Agus merinci, tunggakan PBB 2015 mendapat pemotongan sebesar 50 persen, 2016 mendapat pemotongan sebesar 40 persen, 2017 mendapat pemotongan 30 persen, 2018 mendapat pemotongan 20 persen, dan 2019 mendapat pemotongan 10 persen. Program ini berlaku otomatis tanpa syarat. Pembayaran dapat dilakukan bertahap mulai dari tahun terlama menunggak.

Dia berharap, wajib pajak yang memiliki tunggakan bisa memanfaatkan momentum pembebasan denda dan pemotongan ini. Dia juga mengimbau wajib pajak segera membayar sebelum akhir tahun mengingat pada akhir Desember nanti akan ada libur panjang cuti bersama.

"Silakan segera membayar pajak karena layanan masih sampai 23 Desember. Kalau sudah ganti tahun akan ada kebijakan yang berbeda," ujarnya.

Di sisi lain, mengingat adanya libur panjang akhir tahun, Bapenda Kota Semarang juga memohon kepada jajaran perbankan, BI, maupun OJK menberikan kebijakan operasional terbatas untuk menerima pembayaran pajak daerah pada akhir Desember.

"Akhir Desember itu masih suasana libur panjang. Karena Pemkot perlu dana untuk menutup pembayaran proyek atau kegiatan-kegiatan, kami ingin ada kebijakan oeprasional terbatas," ucapnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyoe Winarto mengatakan, undian PBB dan pembebasan denda merupakan salah satu terobosan dari Pemkot Semarang. Pihaknya pun mendorong penuh terobosan-terobosan yang dilakukan Pemkot selama itu memberi dampak positif terhadap masyarakat Kota Semarang.

"Tidak hanya Bapenda, dinas-dinas lain juga perlu terobosan apalagi di masa pandemi Covid-19," ucap Liluk, sapaannya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved