Breaking News:

Wapres Ma'ruf Pacu UMKM Industri Halal Jadi Produsen untuk Pasar Global

Pasar produk halal global memiliki potensi sangat besar, di mana pada 2017 mencapai 2,1 triliun dollar AS, dan akan berkembang menjadi 3 triliun.

Editor: Vito
(ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra via kompas.com)
Wakil Presiden Maruf Amin 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengharapkan UMKM menjadi bagian dari rantai nilai industri halal global, sehingga dapat memacu pertumbuhan dunia usaha dan peningkatan ketahanan ekonomi umat.

Menurut dia, pemerintah pun telah menyiapkan hal itu dengan berbagai cara, antara lain penyederhanaan dan percepatan proses perizinan, serta fasilitasi biaya sertifikasi halal bagi UMK.

"Selain itu juga mekanisme self-declare halal bagi pelaku UMK untuk produk tertentu dengan standar yang telah ditetapkan BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal),” ujar Ma'ruf, dalam Peluncuran Program Pelatihan Digitalisasi Pemasaran dan Manajemen Produk Halal bagi UMKM, yang digelar secara virtual, Selasa (20/10).

Wapres menyebut, hal itu perlu ini dilakukan untuk mendorong pengembangan UMKM yang berbasis syariah, sehingga diharapkan Indonesia bisa menjadi produsen bukan hanya konsumen produk halal. “Kita juga ingin menjadikan industri halal Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri, sekaligus menjadi pemain global,” ujarnya.

Saat ini diketahui Indonesia masih menjadi konsumen produk halal. Data menunjukkan pada 2018 Indonesia telah membelanjakan 214 miliar dollar AS khusus untuk produk makanan dan minuman halal, atau mencapai 10 persen dari pasar produk halal dunia, dan merupakan konsumen terbesar dibandingkan dengan negara-negara mayoritas muslim lain.

“Visi pengembangan industri halal Indonesia adalah selain untuk mengisi kebutuhan domestik yang sangat besar, juga untuk memperluas peran dalam perdagangan produk halal global,” tuturnya.

Pasalnya, Ma'ruf menyatakan, pasar global memiliki potensi yang sangat besar. Ia mencontohkan, pada 2017 produk pasar halal dunia mencapai 2,1 triliun dollar AS, dan akan berkembang terus menjadi 3 triliun dollar AS pada 2023.

“Kita harus dapat memanfaatkan potensi pasar halal dunia ini dengan meningkatkan ekspor kita yang saat ini baru berkisar 3,8 persen dari total pasar halal dunia,” jelasnya.
Pemanfaatan teknologi

Meski demikian, Ma'ruf menyebut, pemanfaatan teknologi digital oleh UMKM di Tanah Air sebagai sarana memperluas dan memacu pemasaran masih sangat rendah. Padahal, hal itu dinilai sangat penting, terlebih di tengah pandemi covid-19.

"Saat ini, baru sebanyak 8,3 juta dari 56 juta pelaku UMKM secara nasional yang memanfaatkan teknologi digital, padahal ini lebih diperlukan saat pandemi covid-19. Beberapa usaha yang tidak mengalami penurunan pendapatan adalah mereka yang menggunakan sarana penjualan online untuk usahanya,” ucapnya.

Dia menambahkan, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk menyebarluaskan program, serta menyalurkan bantuan dengan lebih cepat dan tepat sasaran. Namun, Ma'ruf berujar, teknologi digital juga membawa tantangan tersendiri dalam penerapannya, meskipun di sisi lain dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, jasa, dan lain-lain.

"Karena itu, UMKM dianjurkan memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan perekonomian masyarakat kelas menengah ke bawah agar lebih produktif," tandasnya. (Tribunnews)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved