Breaking News:

Berita Karanganyar

7 Desa di Gondangrejo Karangnyar Bentuk BUMDESMA, Kembangkan Potensi Cagar Budaya Situs Purbakala

Tujuh desa yang berada di Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar akan membentuk Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA.) untuk kembangkan potens

Tribun Jateng/Agus Iswadi
Ilustrasi. Pintu masuk kawasan Museum Dayu Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Tujuh desa yang berada di Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar akan membentuk Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDESMA) untuk kembangkan potensi yang ada di kawasan cagar budaya situs purbakala yang masuk dalam kawasan Sangiran Klaster Dayu.

Tujuh desa yang tergabung dalam BUMDESMA Karsa Manguggal tersebut meliputi Desa Tuban, Krendowahono, Jeruk Sawit, Rejosari, Bulurejo, Wonosari dan Dayu.

Kasi Fasilitasi Sarana Prasarana Desa dan Kerja Sama Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Karanganyar, Rahayu Nur Rohmani menyampaikan, sebelumnya di daerah Ngargoyoso telah dibentuk kawasan perdesaan yang diberi nama BUMDESMA Lawu Sejahtera. Badan usaha milik bersama itu telah berjalan sekitar dua tahun dan memiliki produk unggulan berupa beras organik.

"Untuk 2020, sedang proses pembentukan kawasan. Inisiasi dari pemerintah provinsi. Telah mengadakan sosialisasi awal dengan membentuk kelas lapang pada sekitar November 2019. Kemudian awal 2020, ada bimtek pembentukan kawasan perdesaan. Oleh provinsi diarahkan untuk segera membentuk kawasan perdesaan," katanya kepada Tribunjateng.com, Kamis (22/10/2020).

Lanjutnya, Dispermasdes Karanganyar telah menindaklanjuti arah dari pemerintah provinsi dengan mengadakan rapat bersama kades dari masing-masing desa, BPD, tokoh masyarakat, dan pihak kecamatan serta kabupaten. Begitu juga mengadakan musyawarah desa (Musdes) guna pembentukan Perdes Kerja Sama Desa.

"Dasarnya harus dibentuk Perdes Kerja Sama Desa itu dulu. Penetapan Perdes dilakukan pada Maret 2020. Karena pandemi virus Covid-19 agak terhenti. Pada September 2020, kita dorong melaksanakan MAD (Musyawarah Antar Desa," jelasnya.

Nur menjelaskan, saat MAD diberikan penjelasan di antaranya, terkait pembangunan kawasan perdesaan, pembentukan kawasan perdesaan, menyepakati prioritas rencana pembangunan kawasan perdesaan, dan pemilihan serta penetapan pengurus Badan Kerja Sama Antar Desa (BKAD).

"Selanjutnya menunggu AD/ART dan program kerjanya. Kemudian tahap rencana pembangunan kawasan perdesaan (RPKP) dengan melibatkan Tim Koordinasi Pembangunan Kawasan Perdesaan (TKPKP) Kabupaten, ada Baperlitbang, Dispertan, dan DLH, DPU, Dinkes dan Disdikbud," ucapnya.

Setelah penyusunan RPKP, kemudian ditetapkan dengan diterbitkannya SK Bupati. Ada beberapa bidang usaha sementara yang nantinya akan digarap oleh BUMDESMA Karsa Manunggal seperti pariwisata, pertanian, peternakan, perikanan dan ekonomi kreatif serta perdagangan.

Terpisah, Kepala Baperlitbang Karanganyar, Muh Indrayanto mengatakan, sebelumnya melalui Perda RTRW Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan Perda Nomor 1 tahun 2013, sebagian wilayah yang berada di tujuh desa itu diusulkan menjadi kawasan industri.

"Kemarin waktu proses penyusunan Raperda, Bupati Karanganyar menyurati ke Kemendikbud. Sampai dengan selesainya pembahasan dan ditetapkan sebagai Perda, melalui proses verifikasi Kementerian ATR/BPN tidak muncul surat dari Kemendikbud. Artinya permintaan kita tidak disetujui, statusnya masih tetap sebagai kawasan situs cagar budaya," jelasnya.

Kendati statusnya masih menjadi kawasan situs cagar budaya, lanjutnya, kawasan tersebut bisa dilakukan pengembangan tentunya melalui koordinasi dengan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran.

"Misalnya mau dikembangkan sebagai destinasi wisata, dinas pariwisata harus koordinasi dengan BPSMP. Yang boleh dikembangkan sebagai destinasi wisata seperti apa dan yang tidak boleh seperti apa. Tidak mutlak, tidak boleh diapa-apakan. Bisa dikembangkan sesuai dengan ketentuan BPSMP," pungkasnya. (*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved