Breaking News:

Promoter Polda Jateng

BPK RI Audit Penanganan Covid 19 di Polda Jateng

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI audit penanganan Covid 19 di Polda Jateng,Kamis (22/10/2020).

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI audit penanganan Covid 19 di Polda Jateng,Kamis (22/10/2020).

Pimpinan 1 Bidang Polhukam BPK RI Hendra Susanto mengatakan tujuan kegiatan yang dilakukan tersebut untuk melakukan pemeriksaan atas penanganan covid 19.

Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di Polda Jawa Tengah melainkan Polda di seluruh Indonesia.

" Kami sampling beberapa Polda di seluruh Indonesia. BPK mempunyai program pemeriksaan terhadap penanganan Covid 19 secara nasional,"ujarnya.

Hendra mengatakan program BPK tersebut diberi nama audit universe. Pihaknya melakukan pemeriksaan secara keseluruhan.

"Baik dari perencanaan, laporan keuangan, kinerjanya, dan tingkat kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan,"ujar dia.

Menurutnya sampling pemeriksaan yang dilakukan di Polda Jateng dikarenakan tingkat entitasnya dan masyarakat yang ditangani cukup besar. Audit yang dilakukannya tersebut untuk melihat pemerintah bagaimana menangani bencana Covid 19.

" Harapannya ketika Covid 19 selesai BPK dapat memberikan masukan kepada pemerintah dalam hal ini Presiden dan jajarannya, ketika terjadi bencana lagi pemerintah sudah punya langkah-langkah antisipasinya,"terangnya.

Menurutnya penanganan Covid 19 yang dilakukan pemerintah telah baik. Namun masih ada kinerja date lock (tidak sesuai).

" Date locknya harus dibenahi dengan audit kinerja,"tutur dia.

Hendra menuturkan tujuan dari audit kinerja adalah membuat suatu kesimpulan dan rekomendasi untuk memberikan masukan yang pada akhirnya membuat sesuatu lebih baik.

" Jadi program-program yang ada sekarang kami tingkatan lagi,"ujar dia.

Pemeriksaan pendahuluan

Menurut Hendra, pemeriksaan yang dilakukan di Polda Jateng masih dalam tahap pendahuluan. Hasil pemeriksaan di seluruh Indonesia masih ditemui adanya tidak kesesuaian data dalam hal penerima bantuan.

"Validasi ini kedepannya untuk mengantisipasi agar jika terjadi hal sama antisipasi bisa dilakukan. Validasi sangat penting," jelas dia.

Ia mengatakan anggaran penanganan Covid 19 di Polda Jawa Tengah Rp 37 miliar. Sementara untuk ditingkat Jateng sebesar Rp 3 triliun.

Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan Polda Jateng telah mendukung pemerintah dengan berlakunya adaptasi kebiasaan baru yang produktif dan bebas Covid 19. Selain itu menerapkan 9 sektor ekonomi yang sudah beroperasi secara terbatas.

"Polda Jateng telah dukung pemerintah dengan berlakunya adaptasi kebiasaan baru yang produktif dan bebas Covid-19 dan menerapkan 9 sektor ekonomi yang sudah beroperasi secara terbatas," ujarnya.

Kapolda menuturkan Polda Jawa Tengah juga telah menggelar Operasi Kontijensi Dengan Aman Nusa yang saat ini telah sampai tahap V.

Selain itu pihaknya telah menerima dan mengelola dana penanganan Covid 19 sesuai ketentuan serta mengedepankan asas transparansi dalam pengeloaanya.

"Saya telah perintahkan jajaran Logistik Polda Jawa Tengah untuk mengelola dan menata usahakan dana yang telah diterima sesuai ketentuan dengan mengedepankan asas tranparansi, efisiensi, akuntabilitas dan kepastian," tukasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved