Berita Semarang

Komunitas Satwa Eksotik Semarang Kenalkan Reptil di Roemah Difabe: Baru Pertama Sentuh Ular

Komunitas Satwa Eksotik Semarang beri edukasi kepada para difabel terkait hewan reptil di Roemah Difabel Kota Semarang.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: sujarwo
Komunitas Satwa Eksotik Semarang memberikan edukasi kepada para difabel terkait hewan reptil di Roemah Difabel Semarang, Sabtu (24/10/2020).
Komunitas Satwa Eksotik Semarang memberikan edukasi kepada para difabel terkait hewan reptil di Roemah Difabel Semarang, Sabtu (24/10/2020). (Istimewa)

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  Komunitas Satwa Eksotik Semarang memberikan edukasi kepada para difabel terkait hewan reptil di Roemah Difabel Kota Semarang, Sabtu (24/10/2020).

Ketua Komunitas Satwa Eksotik Semarang, Satria Yudha Andika menuturkan, tujuan kegiatan tersebut untuk mengenalkan satwa reptil ke teman-teman difabel sekaligus memberikan pemahaman terkait pentingnya hewan tersebut dalam menjaga keseimbangan ekosistem alam.

Mereka diberi edukasi apa itu reptil sekaligus cara penangananya ketika bertemu hewan tersebut di alam liar.

Jadi andai sewaktu-waktu bertemu reptil tidak langsung dibunuh tetapi ditangani secara tepat.

"Selain itu kami juga ingin memberikan pemahaman bahwa reptil juga dapat difungsikan sebagai hewan peliharaan yang menyenangkan sebab selama ini masyarakat mengenal reptil seperti ular, mencawak dan lainnya sebagai hewan buas dan berbahaya," terangnya.

Menurut Andika, komunitasnya sudah sering menyosialisasikan kepada berbagai elemen masyarakat umum untuk lebih mengenal hewan reptil.

Kali ini mereka mencoba mengenalkannya kepada para teman-teman difabel yang ternyata disambut sangat antusias.

Para teman difabel tidak sungkan menyentuh ular atau biawak dan hewan reptil lainnya yang memang jarang mereka temukan dalam kehidupan sehari-hari.

"Berbagai sosialisasi yang gencar kami lakukan harapannya masyarakat lebih mengenal hewan reprit yang termasuk bagian rantai makanan sehingga eksistensi mereka ikut menjaga ekosistem alam," katanya.

Sementara Pendamping Roemah Difabel Menik mengatakan, kegiatan mengenal reptil menjadi pengalaman baru bagi para difabel.

Mereka pada umumnya tidak pernah berinteraksi langsung dengan reptil dan sosialisasi ini menjadi penting lantaran sebagai wadah edukasi dan memperkaya pengalaman para difabel.

"Kami harap ada gelaran serupa diadakan lagi sebab belum seluruh penghuni Roemah Difabel ikut merasakan interaksi langsung dengan reptil," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved