Breaking News:

Berita Banjarnegara

Uniknya Wisuda di Politeknik Banjarnegara, Wisudawan Dapat Kenang-kenangan Bibit Tanaman

Wisuda di Politeknik Banjarnegara unik, setiap peserta wisuda menerima sejumlah bibit tanaman hidup sebagai tanda mata.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Khoirul Muzaki
Uniknya wisuda di Politeknik Banjarnegara Jawa Tengah, setiap peserta wisuda menerima sejumlah bibit tanaman hidup sebagai tanda mata. 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Wisuda adalah momentum perpisahan yang indah. Prosesi itu pun paling dinantikan setiap mahasiswa untuk menyandang gelar sarjana. Meski di lain sisi ada keharuan untuk meninggalkan kampus tercinta.

Sebelum melepas, sebagian perguruan tinggi biasa membagikan kenang-kenangan untuk para wisudawan atau wisudawati. Begitupun di Politeknik Banjarnegara Jawa Tengah, saat prosesi wisuda, beberapa waktu lalu.

Tetapi suvenir atau tanda mata yang dibagikan untuk para wisudawan dan wisudawati di kampus ini lain dari biasa.

Setiap peserta wisuda menerima sejumlah bibit tanaman hidup sebagai tanda mata.

"Ini kerjasama Politeknik dengan BPDAS HL Serayu Opak Progo,"kata Novan Hakim, staf Balai Pelestarian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Serayu Opak Progo, Sabtu (24/10)

Dengan raut semringah, setiap peserta wisuda yang masih mengenakan toga dipanggil satu persatu untuk mendapatkan bibit pohon. Novan mengatakan, masing-masing wisudawan atau wisudawati menerima 10 bibit tanaman keras. 5 di antaranya adalah bibit tanaman buah semisal Jambu dan Sirsak. Separuhnya lagi berupa tanaman kayu-kayuan.

Novan mengatakan, pembagian bibit gratis ini menuai respon positif bagi wisudawan. Terlebih momentum ini langka karena kenang-kenangan yang dibagikan lain dari biasa.

"Responnya positif. Apalagi ini unik, di Politeknik baru pertama ini kenang-kenangan wisudawan dikasih bibit,"katanya

Pembagian bibit tanaman keras ini bukan tanpa maksud. Novan mengatakan, nilai jual bibit yang dibagikan ke wisudawan mungkin tak seberapa. Tetapi efek positif jika bibit itu ditanam akan luar biasa. Kenang-kenangan ini jauh lebih mengesankan.

Pemberian bibit tanaman keras ini sekigus memantik kesadaran mereka. Selepas kuliah, dimanapun mereka tinggal, pekerjaan apa yang mereka emban, mereka tidak akan melupakan kelestarian lingkungan.

Pasalnya, kesadaran untuk menanam tanaman keras masih jarang. Padahal keberadaan pepohonan penting untuk membantu menstabilkan bumi. Menanam pohon adalah bagian dari cara merawat, serta membersihkan kehidupan yang lama tercemari.

"Harapannya dimanapun, apapun profesinya nanti, mereka tidak melupakan kelestarian lingkungan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved