Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Bank Mandiri Komitmen Jaga Kontribusi pada Pemulihan Ekonomi

Penyaluran kredit Bank Mandiri secara konsolidasi meningkat 3,79 persen yoy menjadi Rp 873,73 triliun pada akhir September 2020.

Editor: Vito
ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARSO
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi (kanan) didampingi jajaran direksi menyampaikan paparan kinerja Bank Mandiri Triwulan III-2020 di Jakarta, Senin (26/10/2020). Bank Mandiri terus menjaga kontribusi untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi Indonesia yang terdampak pandemi covid-19 lewat penyaluran kredit, khususnya ke segmen UMK. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Bank Mandiri terus menjaga kontribusi untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi Indonesia yang terdampak pandemi covid-19.

Hal itu terlihat dari laju penyaluran kredit Bank Mandiri secara konsolidasi yang meningkat 3,79 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp 873,73 triliun pada akhir September 2020.

Penyaluran kredit produktif perusahaan secara bank only tumbuh sebesar 3,88 persen yoy menjadi Rp 616,37 triliun di September 2020. Kredit itu terdiri atas kredit modal kerja sebesar Rp 314,82 triliun dan kredit investasi sebesar Rp 301,55 triliun.

"Penyaluran kredit produktif ini dapat membantu menggerakkan perekonomian di tengah wabah pandemi covid-19," kata Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, dalam Paparan Kinerja Kuartal III 2020, Senin (26/10).

Menurut dia, penyaluran kredit ke segmen wholesale masih menjadi motor pembiayaan bagi perbankan pelat merah itu dengan komposisi sebesar 65,3 persen atau Rp 492,63 triliun. Nilai itu tumbuh 9,73 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Adapun pembiayaan ke sektor usaha mikro menjadi kontributor lain, dengan mencatat pertumbuhan sebesar 13,03 persen secara tahunan menjadi Rp 49,07 triliun. Djunaidi menuturkan, satu fokus penyaluran kredit perseroan saat ini adalah membantu para pelaku usaha terdampak covid-19, khususnya pelaku UMKM.

Dia menambahkan, hal itu untuk mengembalikan usaha yang sempat menurun akibat pandemi. “Kami berharap inisiatif ini dapat ikut mengembalikan optimisme dan memulihkan denyut nadi perekonomian Indonesia yang terdampak pandemi covid-19," ujarnya.

Selain itu, Djunaidi menyatakan, partisipasi lain Bank Mandiri dalam mendukung pemulihan ekonomi Indonesia juga terlihat pada penyaluran kredit dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang mencapai Rp 42,6 triliun per 30 September 2020 kepada 132.979 debitur.

Dari jumlah itu, sebanyak 132.939 debitur atau 99 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM.

Ia berujar, Bank Mandiri juga telah merestrukturisasi kredit 406.434 debitur UMKM terdampak covid-19 dengan nilai outstanding Rp 47,7 triliun per 30 September 2020 untuk mendukung keberlangsungan usaha.

Secara keseluruhan, total kredit yang direstrukturisasi sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 11/POJK.03/2020 mencapai Rp 116,4 triliun dari 525.665 debitur.

Dorongan kepada pelaku UMKM juga diberikan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga September 2020, Bank Mandiri telah menyalurkan Rp 14,74 triliun, atau 83,28 persen dari target penyaluran tahun ini mencapai Rp 17,7 triliun, dengan jumlah penerima sebanyak 175.140 debitur.

Dengan demikian, outstanding KUR Bank Mandiri sejak 2015 hingga saat ini mencapai Rp 36,0 triliun kepada 1,74 juta debitur.

"Bank Mandiri terus memastikan strategi pertumbuhan yang berkesinambungan melalui penerapan prinsip kehati-hatian dan analisis sektor yang cermat dalam penyaluran kredit. Rasio Non Performing Loan (NPL) secara gross masih terjaga di level 3,33 persen secara konsolidasi," terangnya. (Kontan/Laurensius MS Sitanggang)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved