Breaking News:

Kesehatan

Berolahraga Tetap Harus Pakai Masker, Boleh Melepasnya Gak Sih?

Ingin berolahraga di ruang publik saat pandemi, tapi enggan pakai masker. Alasannya nafas kurang lega, sesak, dan tidak nyaman. Bolehkah begitu?

TRIBUN JATENG
Warga berolahraga jogging di GOR Trilomba Juang Mugassari, Kota Semarang. 

PANDEMI Covid-19 membuat semua orang melakukan berbagai perubahan pada gaya hidup. Penggunaan masker saat ini menjadi salah satu hal yang wajib dilakukan untuk mencegah penyebaran maupun penularan. Kekhawatiran pada kondisi ini membuat aktivitas apapun yang dilakukan di luar rumah harus menggunakan masker, termasuk berolahraga.

Namun, di sisi lain, banyak pecinta olahraga justru khawatir dengan penggunaan masker saat berolahraga karena bisa menimbulkan bahaya. Ketakutan ini salah satunya didasarkan pada pertimbangan pakai masker bisa membuat nafas kurang lega, sesak, dan tidak nyaman.

Hal itu seperti dirasakan oleh Ida Nindiyati As Syifa. Ya, perempuan yang akrab dipanggil Ida ini merasa cukup terganggu apabila harus memakai masker saat berolahraga. Apalagi, olahraga yang biasa Ida lakukan erat kaitannya berpacu dengan nafas, yakni bersepeda.

Dara berusia 25 tahun ini bilang, tiap minggunya, ia minimal bersepeda sebanyak tiga kali. Namun, ia bersepeda sendiri saja tiap pagi harinya. Meski sendiri, Ida tetap menggunakan masker. Namun, masker yang digunakannya hanya tidak sampai menutupi area hidung secara penuh.

Baca juga: Video Kuliner Nusantara dan Internasional di Pasar Sentiling Kota Lama

Baca juga: Yoyok Batalkan Pagelaran Tari di Luar Negeri Selama Pandemi Corona

"Olahraga tetap makai masker. Awalnya ketutupan sampai hidung, tapi ternyata sesak. Lagi enak bersepeda keliling sawah, malah sesak. Sejak itu, saya pakai masker lagi cuman sampai menutupi mulut saja. Kalau ada tanjakan, saya turunin full maskernya," ujar warga Kaliwungu, Kendal ini.

Ida mengatakan, mulai bersepeda selama di masa pandemi ini sejak Juni 2020 lalu. Karena takut adanya penyebaran, ia tak mau bersepeda secara berkerumun. Paling tidak, ia mau bermain sepeda bersama jika bareng temannya atau keluarga terdekat.

"Main sepedanya hanya mengelilingi kampung saja. Yang jauh, paling sepedaan sampai Kota atau ke arah Boja. Saya lebih suka ke arah selatan, lebih sepi plus udaranya lebih segar," tambah anak sulung dari dua bersaudara ini.

Jika Ida tetap memakai masker, berbeda cerita dengan M Angga S. Pria yang akrab dipanggil Angga ini lebih memilih tidak memakai masker saat berolahraga. Adapun olahraga yang biasa ia lakukan adalah bermain bulutangkis dan jogging.

Angga merasa terganggu apabila memakai masker. Selain nafasnya jadi terganggu, keringat yang keluar dari area leher dan kepala jadi tersumbat. Akibatnya, acap kali wajah angga di bagian leher dan dagu jadi berjerawat.

"Saya fokus ke jaga jaraknya saja. Semisal jogging atau lari, saya buat jalur atau track sendiri. Kalau sedang main badminton, mencegah menyentuh orang yang tak dikenal," ujar pria berusia 29 tahun ini.

Halaman
12
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: moh anhar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved