Breaking News:

Berita Kesehatan

Biang Keringat Pada Anak dan Bayi, Hindari Pakaian Berbahan Kain Sintetis

Biang keringat banyak dialami oleh anak-anak, terutama pada bayi yang gerakannya masih terbatas.

IST
dr Novi Kusumaningrum, Sp.KK., Ph.D, Dokter Spesialis Kulit di RS Hermina Banyumanik 

Sementara untuk bayi yg belum bisa aktif bergerak biasanya muncul biang keringat di daerah yang tertekan.

Contohnya di belakang leher, punggung, daerah lipatan-lipatan seperti di lipat ketiak, lipat leher, dan lipat paha.

Biang keringat ini sendiri bukan disebabkan oleh alergi. Biang keringat dalam bahasa kedokteran disebut miliaria.

Jika kelainan kulit karena alergi disebut dermatitis kontak alergika.

Miliaria dan dermatitis kontak alergika adalah 2 kelainan kulit yang berbeda.

Cara mencegah biang keringat supaya tak muncul lagi yaitu dengan menghindari suhu panas.

Misal dengan mengatur suhu AC atau menyalakan kipas angin (arah kipas memutar/jangan terus-menerus diarahkan ke badan anak), menghindari kegemukan/obesitas, memakai pakaian dari bahan serat alami yang menyerap keringat seperti katun, hindari memakai pakaian dari kain sintetis seperti nilon dan poliester, hindari memakai baju rangkap-rangkap, dan sering mengganti pampers/popok bayi.

Untuk bayi yang belum aktif bergerak bisa dimiringkan badannya secara berkala untuk mencegah timbulnya biang keringat di leher belakang dan punggung.

Cara mengatasi biang keringat bisa diberikan lotion atau bedak gatal yang mengandung Zinc oxide dan Calamine guna mengurangi rasa gatal.

Hindari mengoleskan minyak atau lotion dengan jenis lain karena dapat memperparah biang keringat.

Halaman
123
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved