Breaking News:

Berita Blora

Gara-gara Bediang Ternak, Enam Rumah Warga di Blora Hangus Dilalap Api

Kapolsek Kunduran, Iptu Lilik Eko Sukaryono mengatakan, api pada kebakaran tersebut diduga dari pengasapan untuk hewan ternak

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah
Istimewa
Kebakaran menimpa enam rumah milik warga Dukuh Ngreco, Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, Blora, Senin (26/10/2020) dini hari. Diduga kebakaran ini bermula dari pengasapan ternak atau warga sekitar menyebutnya bediang. 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Kebakaran menghanguskan enam rumah milik warga Dukuh Ngreco, Desa Botoreco, Kecamatan Kunduran, Blora, Senin (26/10/2020) dini hari. Akibat kejadian ini, kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolsek Kunduran, Iptu Lilik Eko Sukaryono mengatakan, api pada kebakaran tersebut diduga dari pengasapan untuk hewan ternak atau warga sekitar menyebutnya bediang.

Semula, kata dia, seorang warga bernama Sri Rumiyati (40) menyalakan bediang untuk keperluan ternak sapinya di kandang yang terletak di belakang rumah pada Minggu (25/10/2020) sore hari. Sekitar pukul 21.15 WIB, dia mengecek apakah api bediang di kandang sapinya telah padam.

"Pukul 21.15 WIB dia ke kandang sapi berniat melihat bediang itu, apakah sudah mati apa belum. Namun hanya melihat dari pintu kandang. Karena tidak ada asap, dia mengira api itu sudah mati, dan ditinggal tidur," kata Lilik.

Sekitar pukul 00.00 WIB, dia terbangun karena suara gemeratak dari belakang rumahnya. Saat diperiksa, ternyata api sudah membakar kandang sapi milik Sri Rumiyati. Dia pun panik. Suaminya, Takim, dibangunkan dari tidur.

Karena keterbatasan air, api pun tidak bisa dijinakkan hingga akhirnya menghabiskan tiga rumah miliknya yang terbuat dari kayu jati, dan tiga rumah milik tetangganya, Sujarwo.

Lima buah mobil pemadam kebakaran dari Pemerintah Kabupaten dikerahkan dalam kejadian ini. Petugas yang tiba di sana sempat kewalahan karena api sudah membesar. Baru ketika pukul 02.00 WIB api baru bisa dipadamkan.

"Total kerugian akibat kejadian itu, enam rumah milik warga Botoreco, Kecamatan kunduran sebesar Rp 500 juta rupiah. Meskipun si jago merah melalap habis enam rumah warga, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," kata dia.

Lilik mengatakan, bahwa pihaknya mengimbau kepada warga yang beternak sapi agar hati hati dalam membakar bediang. Imbauan tersebut sudah sering disampaikan oleh Bhabinkamtibmas saat sambang ke wilayah binaan.

"Saya mengimbau kepada masyarakat, untuk selalu waspada. Bagi warga desa yang memiliki sapi, sebelum tidur cek terlebih dahulu kandangya. Jangan sampai terulang lagi," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved