Breaking News:

Berita Demak

Cerita Purnomo Geluti Usaha Pengasapan Ikan, Raup Omzet Rp10 Juta Per Bulan

Purnomo (28) sedang memotong-motong ikan mangut menjadi beberapa bagian saat ditemui Tribunjateng.com, Selasa.

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Purnomo (28) sedang memotong-motong ikan mangut menjadi beberapa bagian saat ditemui Tribunjateng.com, Selasa, (27/10/2020) di Sentra Pengasapan Ikan, di Desa Wonosari, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Di kios pengasapan miliknya itu, segala aktivitas pemotongan, pengolahanan, dan pengasapan ikan berlangsung.

Dibantu 4 pekerja, dia mesti menyiapkan pesanan ikan yang akan dikirim ke Salatiga, Kabupaten Semarang, dan beberapa bakul yang sudah menjadi pemasok bahan ke restoran besar.

Adapapun jenis olahan ikan yang dikirim, kata Purnomo, yakni, manyung, kepala manyung, daging manyung, ikan pari, ikan tongkol.

Menurut Purnomo, menjalankan bisnis usaha pengasapan ikan tidak mudah. Selain proses pembuatannya yang membutuhkan waktu lama, juga mencari calon pembeli lumayan susah.

"Awal menjalankan usaha ini berat, dulu saya bawa motor, kalau hujan ya kehujanan, kalau pulang panas kepanasan. Ya alhamdulillah ngirimnya sekarang menggunakan mobil pick up."

"Sekarang agak ringanlah. Dulu kan perjuangannya babat alas mencari pelanggan berat sekali. Selain itu, kalau bawa ikannya sedikit bisa rugi besar. Rugi di perjalanan," kata Purnomo.

Dia menuturkan, usaha ini dijalani sejak 2012. Dia hanya meneruskan usaha milik orangtua. Lalu, dia yang melebarkan pemasarannya.

"Orangtua saya dulu dagang ikan di Pasar Demak. Lalu saya coba-coba ke Semarang, lalu ketemu pembeli di Ambarawa. Saya jualan di Ambarawa. Di sana dapat banyak pembeli," ucap bapak dua anak itu.

Pria yang juga anggota Kelompok Koperasi Asap Indah Desa Wonosari, menuturkan pandemi corona membuat omzetnya menurun drastis.

Pasalnya, kata dia, banyak rumah makan yanh tutup sehingga permintaan pengasapan ikan rendah. Menghadapi kejadian tersebut ia tidak kehabisan akal. Stok dikurangi. Hanya melayani pelanggan tetap.

"Mengandalkan bakul-bakul yang setiap hari beli. Beli sedikit-sedikit tidak apa-apa yang penting ditekuni," katanya memungkasi. (*)

Penulis: Muhammad Yunan Setiawan
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved