Breaking News:

BPJS Ungaran

Tingkatkan Dukungan Program JKN-KIS, BPJS Kesehatan Ungaran Gelar Temu Pelanggan Peserta Badan Usaha

Untuk wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Ungaran, peserta yang diundang adalah Badan Usaha wilayah Kab. Semarang, Kab. Kendal dan Kota Salatiga.

IST
Sejumlah Badan Usaha wilayah Kab. Semarang, Kab Kendal dan Kota Salatiga mengikuti sosialisasi program JKN-KIS melalui kegiatan temu pelanggan peserta JKN-KIS tahun 2020 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Dalam rangka meningkatkan pemahaman kepada masyarakat atas penyelenggaran Program Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan menyelenggarakan kegiatan Temu Pelanggaan Peserta JKN-KIS Tahun 2020.

Acara dengan tema " Menjadi Peserta JKN-KIS : Dapat Perlindungan, Saling Gotong Royong dan Patuh sebagai Warga Negara Indonesia" ini digelar secara daring dengan mengundang peserta dari segmentasi Badan Usaha.

Untuk wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Ungaran, peserta yang diundang adalah Badan Usaha wilayah Kab. Semarang, Kab. Kendal dan Kota Salatiga.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ungaran, Titus Sri Hardianto, dalam sambutannya menyampaikan Program JKN-KIS adalah program pemerintah yang ditujukan memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh penduduk Indonesia sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

Oleh karena itu, sesuai dengan prinsip kegotong-royongan dalam program ini, dibutuhkan dukungan dan peran serta dari seluruh lapisan masyarakat agar Program JKN-KIS bisa terus berkesinambungan.

Salah satu upaya yang dilakukan BPJS Kesehatan untuk meningkatkan dukungan dari masyarakat dalam Program JKN-KIS adalah dengan meningkatkan pemahaman program ini melalui kegiatan sosialisasi.

"Melalui kegiatan temu pelanggan, Badan Usaha diberikan informasi-informasi terkini seputar Program JKN-KIS sehingga memudahkan Badan Usaha memahami hak dan kewajiban peserta serta alur & prosedur layanan dalam program ini," kata Titus (26/10).

Tidak hanya itu, inovasi layanan non tatap muka dari BPJS Kesehatan juga dipaparkan kepada peserta temu pelanggan.

Titus menjelaskan layanan Care Center 1500 400, chat assistant JKN (Chika) dan Voice Interactive JKN (Vika), layanan Mobile JKN, dan yang terbaru layanan administrasi melalui whatsapp atau yang dikenal Pandawa.

"Ini adalah wujud komitmen BPJS Kesehatan memberikan kemudahan layanan sekaligus mendukung gerakan physical distancing. Kebutuhan layanan JKN-KIS bagi peserta tetap bisa terpenuhi tanpa harus mendatangi Kantor BPJS Kesehatan," ungkapnya.

Selain itu pada aplikasi Mobile JKN, Titus menambahkan ada fitur yang sangat bermanfaat di saat pandemi Covid-19 ini, yaitu fitur skrining mandiri Covid-19, antrian online pada faskes, dan layanan konsultasi dokter online.

Harapannya dengan berbagai fitur layanan tersebut bisa membantu pemerintah dalam mengurangi atau memutus mata rantai penularan Covid-19.

Selanjutnya dalam kesempatan ini, BPJS Kesehatan juga menghadirkan Brand Ambasadornya, Ade Rai, untuk memberikan sosialisasi pola hidup sehat.

Ada tiga poin penting dalam menerapkan pola hidup sehat yang disampaikan Ade Rai, diantaranya adalah menjaga asupan makanan, mengatur pola istirahat yang baik, serta olah raga teratur.

Di akhir Titus berpesan agar komitmen Badan Usaha dalam mengikuti program JKN-KIS bisa terus ditingkatkan, serta agar output positif dari kegiatan ini bisa diteruskan kepada orang-orang di sekitar kita, bagi Badan Usaha sendiri bisa disosialisasikan kepada karyawannya. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved