Breaking News:

Fokus: Harap-harap Cemas UMP

Kondisi pandemi Covid-19 yang menjadi latar belakang pemerintah menetapkan upah minimum 2021 tidak naik alias setara dengan upah minimum tahun ini.

Penulis: muslimah | Editor: Vito
tribunjateng/bram
Muslimah wartawan tribunjateng.com 

Muslimah, Wartawan Tribun Jateng

TANGGAL 31 Oktober menjadi hari yang yang dinantikan. Sesuai instruksi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Ida Fauziyah, saat itu Gubernur di 34 provinsi di Indonesia akan menetapkan Upah Minimun Provinsi (UMP) 2021.

Seperti diketahui, 26 Oktober lalu, Ida Fauziyah mengeluarkan sudah surat edaran Nomor M/11/HK.4/x/2020. Dalam surat itu ia meminta kepada para Gubernur untuk menyesuaikan besaran penetapan upah minimum 2021 sama dengan nilai upah minimum tahun 2020.

Inilah yang akhirnya menjadikan para buruh harap-harap cemas. Akankah semua provinsi sepakat dan UMP 2021 dipastikan tidak naik?

Menteri Ida mengatakan kondisi pandemi Covid-19 yang menjadi latar belakang pemerintah menetapkan upah minimum 2021 tidak naik alias setara dengan upah minimum tahun ini.

Ekonomi Indonesia Indonesia terperosok, banyak pengusaha kesulitan bertahan karena daya beli masyarakat juga menurun. Menteri Ida mengatakan sejauh ini sudah ada 18 gubernur yang sudah setuju UMP 2021 tidak naik.

"Ini adalah jalan tengah yang diambil dari hasil diskusi kita di dewan pengupahan nasional. Semoga para gubernur menjadikan ini sebagai referensi dalam menetapkan upah minimum," ucapnya.

Tentu saja kebijakan Menaker ini langsung mendapat tentangan dari buruh. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sebagai misal. Presiden KSPI, Said Iqbal bahkan menegaskan, aksi penolakan keputusan upah minimum 2021 akan dilakukan bersamaan dengan protes disahkannya UU Cipta Kerja.

Menurutnya pertumbuhan ekonomi yang minus tidak bisa dijadikan alasan upah 2021 tidak naik. Ia membandingkan kondisi krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1998, 1999, dan 2000 dimana UMP tetap naik meski ekonomi minus.

Menurutnya, kenaikan upah minimum justru akan mendorong pertumbuhan ekonomi karena adanya kenaikan daya beli pekerja.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved