Breaking News:

Focus

Bersiap Menyambut Bencana

SEDIKITNYA, 2000 warga di tiga kabupaten mengungsi akibat banjir, awal pekan ini

Penulis: rika irawati | Editor: muslimah
tribunjateng/grafis/bram
RIKA IRAWATI wartawan Tribun Jateng 

Bersiap Menyambut Bencana

Rika Irawati
Wartawan Tribun Jateng

SEDIKITNYA, 2000 warga di tiga kabupaten mengungsi akibat banjir, awal pekan ini. Tiga wilayah yang digenangi air tersebut adalah Kebumen, Banyumas, dan Cilacap. Tak tanggung-tanggung, air yang menggenangi pemukiman warga memiliki ketinggian hingga 1,5 meter. Air mulai memasuki rumah-rumah warga di wilayah pesisir selatan Pulau Jawa itu sejak Minggu (25/10) malam.

Sempat surut, namun akibat intensitas hujan yang sering turun, membuat air di beberapa titik kembali meninggi. Kebanyakan, pemukiman di tiga wilayah ini kebanjiran lantaran tanggul sungai yang melintasi wilayah mereka, jebol.

Di antaranya, Sungai Telomoyo di Kebumen yang mengakibatkan sekitar 1500 warga dari Desa Madurejo dan Sidobunder mengungsi. Di kedua wilayah ini, ketinggian air mencapai 1 meter.

Tanggul sungai Telomoyo jebol, banjir menggenangi sebagian wilayah Des Madurejo Kecamatan Puring dan desa di sekitarnya.
Tanggul sungai Telomoyo jebol, banjir menggenangi sebagian wilayah Des Madurejo Kecamatan Puring dan desa di sekitarnya. (Istimewa)

Datangnya hujan intensitas tinggi di wilayah pesisir selatan Pulau Jawa ini sudah diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Bahkan, peringatan dini datangnya hujan lebat, termasuk di beberapa wilayah disertai angin kencang, sudah disampaikan sejak beberapa bulan lalu.

Peringatan dini ini disampaikan terkait fenomena La Nina yang terjadi di Samudera Pasifik. La Nina mengakibatkan anomali cuaca. Dampaknya, curah hujan meningkat atau bakal lebih sering terjadi di banding musim hujan biasanya. La Nina diprediksi terjadi akhir 2020 hingga awal 2021.

Berbekal dari peringatan dini BMKG ini, semestinya, masing-masing daerah mulai mempersiapkan diri. Tak hanya kabupaten atau kota yang memiliki wilayah langganan banjir tetapi juga bagi daerah yang memiliki wilayah pegunungan dan berpotensi terjadi longsor.

Sayangnya, setiap daerah, saat ini, masih sibuk mengendalikan penularan wabah Covid-19. Meski ada wilayah yang telah menggelar apel kesiapsiagaan menghadapi bencana namun mereka lebih berfokus pada penyiapan personel dan peralatan mitigasi. Sepertinya, belum ada yang memiliki rencana matang terkait penanganan jika bencana alam itu benar-benar datang. Terutama, penanganan terhadap korban.

Gubernur Ganjar Pranowo, beberapa waktu lalu, mengaku telah membuat peta bencana alam di Jawa Tengah. Termasuk, mulai merancang tempat pengungsian yang aman dan nyaman bagi warga, di tengah pandemi Covid-19. Bilik pengungsian yang terbuat dari kardus untuk memisahkan setiap keluar di tempat pengungsian, yang diterapkan di Jepang, dimungkinkan bakal diadopsi.

Sayangnya, rencana gubernur ini tak sampai atau belum sampai ke tataran daerah terdampak bencana, seperti di Kebumen, Banyumas, dan Cilacap, yang mulai dilanda banjir. Tak ada pemisahan secara spesifik terhadap para pengungsi. Bahkan, ada beberapa yang harus membawa tikar secara mandiri sebagai alas mereka di tempat pengungsian.

Selama ini, kendati telah memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mayoritas wilayah memilih menunggu datangnya bencana dalam hal penanganan. Beberapa daerah telah membuat jalur evakuasi, terutama di titik wilayah rawan longsor atau letusan gunung berapi, namumn tidak tuntas dalam penyediaan tempat pengungsian dan fasilitas yang diperlukan.

Mumpung datangnya musim hujan masih di awal, mari kita mulai bersiap diri. Warga yang berada di derah rawan bencana, mulai berkemas dan meningkatkan kewaspadaan. Sehingga, siap jika sewaktu-waktu harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pemerintah daerah juga mulai menyiapkan tempat-tempat aman dan nyaman untuk pengungsian maupun rencana mitigasi yang matang. Tentu saja, tak boleh lupa menyiapkan pula masker cadangan, hand sanitizer maupun sabun cair. Jika terpaksa mengungsi, harus tetap menjaga jarak untuk mencegah penularan Covid-19. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved