Breaking News:

Berita Semarang

Adanya Libur Long Weekend Pacu Tingkat Kunjungan 16 Pusat Perbelanjaan di Jateng

16 pusat perbelanjaan di Jateng yang tergabung dalam APPBI Jateng mengalami peningkatan tingkat kunjungan.

Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Antrean pengunjung di sebuah pusat perbelanjaan di Jawa Tengah. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Adanya momen libur long weekend, yang jatuh pada tanggal 28 Oktober hingga 1 November 2020, membuat 16 pusat perbelanjaan di Jateng yang tergabung dalam Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia Jawa Tengah (APPBI Jateng) mengalami peningkatan tingkat kunjungan.

“Situasi pusat perbelanjaan selama adanya libur long weekend cukup ramai dan mengalami kenaikkan tingkat kunjungan sekitar 50 persen, dibandingkan dengan hari-hari sebelum long weekend. Akan tetapi untuk pusat perbelanjaan di kota Solo peningkatannya tidak terlalu signifikan karena masih adanya pembatasan usia untuk pengunjung, yakni dibawah 5 tahun dan lansia diatas 65 tahun belum boleh berkunjung ke pusat perbelanjaan,” ujar Ketua DPD APPBI Jateng, Ani Suyatni kepada Tribun Jateng, Minggu, (1/11/2020).

Ani menuturkan dengan adanya long weekend sangat mendongkrak penjualan para tenant maupun tingkat kunjungan di pusat perbelanjaan, hal ini didorong dengan banyaknya promo yang digelar oleh para tenant.

Hal ini, dikatakannya sejalan dengan harapan pemerintah untuk menggerakan roda perekonomian di Indonesia khususnya di Jawa Tengah.

Lanjutnya, selama libur long weekend ini, tingkat kunjungan pengunjung paling tinggi di pusat perbelanjaan terjadi pada tanggal 28 Oktober 2020 lalu.

“Hampir semua tenant ramai karena semua tenant menggelar program promo, terlebih untuk tenant food and beverage (F&B),” imbuhnya.

Adapun selama libur long weekend, 16 pusat perbelanjaan di Jateng menambah jam operasional, untuk memberikan waktu lebih banyak bagi pengunjung yang akan mengunjungi pusat perbelanjaan tersebut. Selain itu juga adanya pemberian voucher belanja untuk pengunjung yang sudah berbelanja di tenant-tenant dengan nominal tertentu.

“Kami tentunya berharap, perkembangan bisnis pusat perbelanjaan kedepan semakin membaik, yang tentunya juga diimbangi dengan membaiknya situasi saat ini, sehingga masyarakat dapat beraktifitas secara normal dan perekonomian semakin membaik. Dalam hal ini, harapannya daya beli masyarakat juga semakin membaik,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved