Breaking News:

FOCUS

Merapi Tak Pernah Ingkar Janji

Senin Kliwon 26 Oktober 2020 genap satu dasawarsa erupsi Gunung Merapi. Peristiwa penting dalam sejarah Merapi ini diperingati secara daring.

Penulis: sujarwo | Editor: moh anhar
ISTIMEWA
FOKUS Tribun Jateng 03-11-2020 

Penulis: Sujarwo, wartawan Tribun Jateng

SENIN Kliwon 26 Oktober 2020 genap satu dasawarsa erupsi Gunung Merapi. Salah satu peristiwa penting dalam sejarah Merapi ini diperingati secara daring. Penting, mengingat letusan saat itu mengakibatkan sedikitnya 353 orang tewas, termasuk Juru Kunci Merapi Mbah Maridjan.

Tak kalah pentingnya peringatan itu sendiri. Bukan hanya bertepatan dalam suasana pandemi Covid-19. Tapi juga dari pernyataan Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida, bahwa Gunung Merapi akan meletus dalam waktu dekat.

Prediksi tersebut berdasarkan analisa BPPTKG. Berdasarkan pengamatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang meningkat secara kegempaan dan deformasi atau perubahan bentuk gunung. Saat ini, secara rata-rata, setiap hari terjadi enam kali gempa gempa dangkal, 23 kali gempa dangkal, dan deformasi sebesar 2 sentimeter. Namun, letusan Gunung Merapi dalam waktu dekat diperkirakan tidak sebesar yang terjadi pada 2010.

"Hal ini menunjukkan waktu erupsi berikutnya semakin dekat, diperkirakan tidak akan sebesar 2010, dan cenderung mengikuti perilaku erupsi pada tahun 2006. Status Gunung Merapi masih waspada dan aktivitas masih berlangsung, kita harus siap," jelas Hanik Humaida saat peringatan tersebut.

Baca juga: 10 Mahasiswa Tewas dalam Aksi Penembakan dan Bom Bunuh Diri di Universitas Kabul

Baca juga: Polisi Temukan Selembar Surat di Lokasi Komedian Park Ji Sun dan Sang Ibu Tewas

Pernyataan Hanik tentunya bukan bermaksud membikin orang khawatir. Apalagi membuat resah masyarakat yang kini sedang bergulat dengan virus ganas bernama Corona. Selain berdasar kajian ilmiah, mengacu sifat Merapi, juga untuk menyadarkan, mengingatkan, agar selalu siaga terhadap acaman tersebut.

Pernyataan Hanik juga mengingatkan ucapan Surono sesaat setelah Merapi meletus pada 16 Oktober 2020 sekitar pukul 17.00 WIB. “Merapi tak pernah ingkar janji,” katanya, yang saat itu Surono menjabat Ketua PVMBG Badan Geologi ESDM. Istilah tersebut mengikuti film Merpati Tak Pernah Ingkar Janji, yang dirilis tahun 1986. Film arahan sutradara Wim Umboh itu dibintangi oleh Paramitha Rusady serta Adi Bing Slamet.

Tak pernah ingkar janji, mengacu sejarah panjang proses letusan Gunung Merapi. Tercatat dalam periode siklus pendek terjadi setiap antara 2–5 tahun, sedangkan siklus menengah setiap 5-7 tahun. Tahun dan aktivitas Gunung Merapi yang banyak memakan korban di antaranya letusan tahun 1672 dengan korban meninggal 3.000 orang, tahun 1872 meninggal 200 orang, 1930 korban meninggal 1.369 orang, 1994 meninggal 66 orang dan letusan 2006 korban meninggal 1 orang, kemudian tetusan 2010.

Catatan tersendiri, letusan di abad ke-10, mengutip Slamet Muljana dalam Menuju Puncak Kemegahan: Sejarah Kerajaan Majapahit, telah membuat Kerajaan Mataram Kuno terpaksa pindah dari tengah Jawa ke bagian timur. Kerajaan Hindu ini yang kemudian menjadi cikal-bakal Majapahit, Demak, Mataram Islam, hingga Kesultanan Yogyakarta.

Syukurlah, pemerintah daerah sekitar Merapi, seperti Boyolali (Jateng) dan Sleman (DIY), telah melakukan persiapan dini. Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Boyolali Bambang Sinungharjo mengatakan, persiapan itu sudah dimulai sejak Juli 2020 lalu, melakukan rapat koordinasi bersama stakeholder dengan persiapan tempat pengungsian warga menerapkan protokol kesehatan (prokes) mengingat masih pandemi Covid-19. Demikian juga Pemkab Sleman. Sekretaris DIY Kadarmanta Baskara Aji di Yogyakarta mengatakan telah menyiapkan shelter penampungan warga hingga kesiapan logistik.

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Selasa 3 November 2020, Gemini Hati-hati Melampiaskan Amarah

Baca juga: Kabar Terkini Pernikahan Beda Usia, Kakek Sarna Menalak Istri Muda: Noni Langsung Tak Nafsu Makan

Harapannya, tentu saja, semuanya berjalan baik. Dan, jika Merapi meletus lagi, moga tak seperti 2010 maupun tahun-tahun letusan lain yang memakan banyak korban jiwa. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved