Berita Kudus

Usulan UMK 2021 Kudus Ditar‎getkan Tuntas Sebelum 14 November, Berapa Persen Kenaikannya?

"Sudah diumumkan UMP naik 3,27 peren, tapi kami belum menerima surat resminya dari Pemprov Jateng‎," ucapnya

Penulis: raka f pujangga | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Raka F Pujangga
Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Perselisihan Tenaga Kerja, Disperindagkop dan UKM Kudus‎, Agus Juanto. 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kudus akan mengirimkan usulan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2021 ke Pemprov Jawa Tengah paling lambat Sabtu (14/11/2020) mendatang.

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Perselisihan Tenaga Kerja, Disperindagkop dan UKM Kudus‎, Agus Juanto menyampaikan akan menggelar pertemuan bersama Dewan Pengupahan untuk membahas usulan upah minimum 2021 itu pada hari Kamis (5/11/2020) mendatang.

‎"Dalam rapat itu kami juga akan memberikan saran dan masukan kepada Dewan Pengupahan terkait UMK yang diusulkan ke Pemprov Jateng," ujar dia.

Rencananya pada pertemuan itu tidak hanya diikuti dari unsur buruh dan pengusaha saja. Namun juga akan dihadiri dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kudus.

Hal tersebut terkait pertimbangan inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada tahun 2020 ini tengah mengalami perlambatan.

"Makanya ada kemungkinan besaran kenaikan UMK tahun ini akan lebih rendah dibandingk‎an tahun lalu," ujar dia.

Dia merinci, kenaikan UMK pada 2020 dibandingkan 2019 lalu mencapai sebesar 8,26 persen.

Sedangkan merujuk pada kenaikan upah minimum provinsi Jateng yang diumumkan hanya sebesar 3,27 persen untuk 2021 mendatang.

"‎Apakah nanti akan mengikuti rekomendasi dari Pemprov Jateng kenaikannya hanya 3,27 persen atau lebih tinggi itu tergantung dari Dewan Pengupahan," ujar dia.

Kendati demikian, surat rekomendasi dari Pemprov Jateng terkait upah minimum hingga saat ini masih belum diterimanya.

"Sudah diumumkan UMP naik 3,27 peren, tapi kami belum menerima surat resminya dari Pemprov Jateng‎," ucapnya.

‎Sementara itu, Ketua Dewan Pengupahan, Marti menyampaikan, akan mempertimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi dalam mengusulkan UMK 2021 mendatang.

"Walaupun saya ketua tetapi tidak bisa memutuskan sepihak, tentunya dengan pertimbangan inflasi dan pertumbuhan ekonomi," jelas dia.

Pihaknya akan membahas mengenai UMK 2021 Kabupaten Kudus tersebut dalam pekan ini diikuti perwakilan buruh dan pengusaha.

Marti belum bisa memastikan UMK 2021 mendatang akan mengalami kenaikan atau tidak.

"‎Kementerian Ketenagakerjaan memutuskan tidak ada kenaikan, tapi upah minimum Jateng diumumkan naik 3,27 persen. Ini yang nanti akan bahas Kamis besok," ujar dia. (raf)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved