Breaking News:

Bea Cukai Tanjung Emas

Sinergi Bea Cukai Tanjung Emas dan BNNP Jateng Ungkap Penyelundupan Narkoba Bentuk Permen

Sinergi antara Bea Cukai Tanjung Emas, Bea Cukai Kanwil Jateng DIY, BNN Provinsi Jawa Tengah dan PT Pos Indonesia gagalkan upaya peredaran Narkoba.

Editor: abduh imanulhaq
IST
Ekspose barang hasil penindakan di halaman kantor BNNP Jawa Tengah 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sinergi Bea Cukai Tanjung Emas, Bea Cukai Kanwil Jateng DIY, BNN Provinsi Jawa Tengah dan PT Pos Indonesia, kembali berhasil menggagalkan upaya peredaran narkoba jenis baru yang berasal dari Amerika Serikat, Jumat (23/10).

Dalam konferensi pers yang digelar di halaman kantor BNNP Jawa Tengah dijelaskan bahwa upaya penggagalan tersebut berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis baru yang di kemas dalam bentuk permen yang mengandung THC (Tetrahydrocannabinol) yang merupakan senyawa utama di dalam tanaman ganja.

Pengungkapan peredaran narkoba jenis baru yang berasal dari luar negeri yang dikirim melalui perusahaan jasa titipan Pos ini diketahui dari informasi yang didapatkan dari Bea Cukai Pasar Baru tentang adanya paket yang terindikasi berisi Narkoba.

Selanjutnya Tim Gabungan CNT KPPBC TMP Tanjung Emas dan BNNP Jawa Tengah dengan disaksikan operasional PT Pos Indonesia melakukan pemeriksaan fisik terhadap paket yang dicurigai tersebut.

Barang kiriman tersebut diberitahukan berisi Tshirt, Melatonin Pills, dan Candy Sour Pack Kids dengan penerima berinisial HF (32) yang beralamat di Pekalongan.

Ekspos barang hasil penindakan.
Ekspose barang hasil penindakan. (IST)

Dalam barang kiriman tersebut ditemukan 6 (enam) ampul cairan dalam kemasan berwarna putih dan 2 (dua) bungkus plastik berisi 79 permen berwarna orange.

Selanjutnya Bea Cukai mengambil sampel untuk dilakukan uji laboratorium di Mini Lab KPPBC TMP Tanjung Emas.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, didapati bahwa ampul cairan dan permen tersebut mengandung THC (Tetrahydrocannabinol) yang merupakan senyawa utama di dalam tanaman ganja.

Selanjutnya BNN Jawa Tengah, Bea Cukai Kanwil Jateng DIY, dan Bea Cukai Tanjung Emas membentuk tim gabungan untuk melakukan controlled delivery.

Pada hari Senin, 26 Oktober 2020 tim gabungan menangkap HF di rumahnya sesaat setelah menerima paket barang kiriman.

Tersangka HF dikenakan Pasal 114 ayat (2) Subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika j.o Permenkes Nomor 50 Tahun 2018 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved