Breaking News:

Berita Pekalongan

Ahsin KPU Kabupaten Pekalongan : Jangan Takut Datang ke TPS, Kami Jamin Sesuai Prokes

Di tengah pandemi Covid-19, masyarakat diimbau untuk untuk tidak takut menggunakan hak pilihnya dengan mendatangi langsung

Tribun Jateng/ Indra Dwi Purnomo
Komisioner KPU Kabupaten Pekalongan Divisi Teknis M. Ahsin Hana. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Di tengah pandemi Covid-19, masyarakat diimbau untuk untuk tidak takut menggunakan hak pilihnya dengan mendatangi langsung ke tempat pemungutan suara (TPS) pada 9 Desember 2020.

Komisioner KPU Kabupaten Pekalongan Ahsin Hana saat dihubungi Tribunjateng.com mengatakan, ditengah pandemi Covid-19, KPU telah membuat suatu ketentuan untuk menjamin pemilih tidak takut dengan penularan virus corona.

"Saat pencoblosan nantinya, KPU dan KPPS sudah menerapkan protap protokol kesehatan sesuai dengan pencegahan dan penularan Covid-19," kata Ahsin, Minggu (8/11/2020).

Menurutnya, dalam pencegahannya setiap pemilih sebelum hadir ke TPS harus wajib memakai masker dan membawa alat tulis sendiri.

"Alat tulis tersebut, gunanya untuk penandatanganan di daftar hadir. Lalu, bagi pemilih yang lupa tidak memakai masker kami siapkan masker 30 persen dari jumlah pemilih di TPS," ujarnya.

Selanjutnya, akan ada pengecekan suhu tubuh untuk memastikan pemilih memiliki suhu yang normal.

Kemudian, sebelum masuk ke TPS pemilih harus cuci tangan di pintu masuk dan di pintu keluar.

"Apabila ada pemilih yang suhunya diatas 37,3 derajat celcius, maka akan mencoblos di bilik khusus. Jadi, tidak masuk di bilik umum dan di bilik khusus akan didampingi oleh teman-teman KPPS dengan menggunakan baju hazmat," imbuhnya.

Ahsin mengungkapkan, setelah cuci tangan dan masuk ke TPS pemilih akan diberi sarung tangan sekali pakai, untuk menghindari kontak langsung.

"Setelah pemilik masuk kita berikan sarung tangan sekali pakai. Harapannya, untuk menghindari kontak langsung. Sehingga, sebelum pemilih menggunakan surat suara mereka sudah menggunakan sarung tangan agar tidak terjadi sentuh-sentuhan antar pemilih," ungkapnya.

Ahsin menuturkan, selesai mencoblos pada pilkada 2020 ini, jari pemilih tidak boleh mencelupkan ke tinta namun akan diteteskan oleh petugas.

"Biasanya kan ada celup tinta, pada pemilu kali ini tidak ada celup tinta namun akan ditetes oleh petugas KPPS," tuturnya.

Pihaknya menambahkan, TPS akan disemprot disinfektan secara berkala sehingga memastikan alat-alat yang dipakai steril.

"Harapan kami, kita tetap berhati-hati agar kita tidak terpapar Covid-19. Tidak usah khawatir untuk hadir di TPS, karena kami sudah berupaya menekan penularan Covid-19," tambahnya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved