Berita Semarang
Pencairan Mandiri KPR di Jateng DIY Mengalami Peningkatan Pada Semester Dua Tahun 2020
Di tengah adanya masa pandemi covid-19, pencairan Mandiri KPR di Jateng dan DIY mulai mengalami peningkatan.
Penulis: Ruth Novita Lusiani | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Di tengah adanya masa pandemi covid-19, pencairan Mandiri Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di Jateng dan DIY mulai mengalami peningkatan pada semester dua tahun 2020. Hal ini dituturkan oleh Assistant Vice President Consumer Loans Region VII / Jawa 2 Bank Mandiri, Fauriza Djupratama.
“Kalau melihat pencairan KPR Bank Mandiri mulai bertahap mengalami peningkatan ketika memasuki semester 2 tahun 2020, bahkan pencairan Mandiri KPR di bulan September mengalami peningkatan hampir dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya, yakni bulan Agustus,” ujar pria yang akrab disapa Oie, kepada Tribun Jateng, Minggu, (8/11/2020).
Oie mengatakan pada bulan Agustus, pencairan Mandiri KPR di Jateng dan DIY mencapai Rp 37,5 miliar, sementara pada bulan September mengalami peningkatan pencairan mencapai Rp 63,9 miliar.
“Pada semester satu tahun 2020 kami masih berfokus terhadap restrukturisasi kredit, dimana kami memberikan opsi penundaan bayar bagi nasabah yang terkena dampak pandemi covid-19. Namun, memasuki semester dua tahun 2020 ketika mengikuti masa new normal, kami juga memberikan relaksasi untuk kebijakan KPR,” jelasnya.
Ditambahkannya, saat ini Mandiri KPR telah melakukan relaksasi kebijakan untuk KPR seperti perluasan segmen market untuk employee, professional dan self employee. Ia mengatakan saat ini pencairan Mandiri KPR sudah semakin luas. Hal ini dikatakan Oie sekaligus untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.
Sementara untuk limit KPR yang diberikan, Oie mengatakan dapat disesuaikan kebutuhan, dengan tetap mengacu kepada ketentuan yang berlaku.
“Kami tentunya tetap mengevaluasi keuangan dari nasabah, bisa dilihat dari rekening tabungannya, laporan keuangan dan kondisi di lapangan. Kami melakukan ini, guna melihat secara kemampuan bayar angsurannya masih bisa terpenuhi atau tidak,” imbuhnya.
Adapun dalam pencairan Mandiri KPR ini, untuk tipe rumah yang banyak diminati nasabah, yakni rumah dengan harga dibawah Rp 1 miliar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/laba-bank-mandiri-anjlok-ini-sebabnya_20160727_145050.jpg)