Breaking News:

Firli Janjikan KPK Tahan 2 Kepala Daerah Lagi Pekan Depan

Ketua KPK, Firli Bahuri menyatakan, pihaknya akan menahan dua kepala daerah pada pekan depan, bupati dan wali kota.

Editor: Vito
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua KPK Firli Bahuri 

JAKARTA, TRIBUN - Ketua KPK, Firli Bahuri menyatakan, pihaknya akan menahan dua kepala daerah pada pekan depan. Komisaris jenderal polisi itu enggan mengungkapkan identitas dua kepala daerah yang bakalan mendekam di rumah tahanan (rutan) KPK.

"Bapak lihat saja nanti, minggu depan ada dua orang lagi, bupati dan wali kota," ucapnya, di acara Webinar Pembekalan Cakada lewat saluran Youtube Kanal KPK, Selasa (10/11).

Firli memastikan, KPK menaruh perhatian khusus terhadap jalannya pemilihan kepala daerah, karena banyaknya kepala daerah yang tersandung kasus korupsi. Ia merinci, KPK sudah menangani 122 orang bupati/wali kota dan 21 gubernur yang terjerat kasus korupsi.

Kasus korupsi, menurut dia, juga tersebar di 26 provinsi dari total 34 provinsi yang terdapat di Indonesia. "Sebaran korupsi terjadi di 26 provinsi, kalau begitu berarti hanya delapan yang tidak atau belum tertangkap, 26 dari 34," ujarnya.

Diketahui, pada 2020 ini KPK telah menahan tiga orang kepala daerah, yakni Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, Bupati Kutai Timur Ismunandar, dan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman.

"Pada 2020 ini kami sudah tahan tiga kepala daerah. Terbaru kemarin Tasik (Wali Kota Tasikmalaya). Minggu depan, lihat saja nanti, ada lagi, bupati dan wali kota," tandasnya.

Sebelumnya, kinerja KPK saat ini banyak disorot. Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan rendahnya tingkat kepercayaan publik.

Hasil survei beberapa waktu lalu itu menunjukkan, hanya 67 persen responden yang memercayai KPK dalam mengawasi penyaluran bantuan penanganan covid-19.

Survei LSI itu dilakukan terhadap 1.200 responden yang diwawancarai melalui telepon dalam kurun waktu 13-17 Oktober 2020. Survei itu memiliki margin of error sekitar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Indonesia Corruption Watch (ICW) sebelumnya juga menyindir KPK di bawah komando Firli Bahuri cs performa penindakan KPK justru terlihat sangat menurun drastis. Hal itu seperti terlihat dengan belum tertangkapnya buronan Harun Masiku.

“Sejak awal ICW sudah memiliki keyakinan KPK bukan tidak mampu meringkus mantan calon legislatif asal PDIP, Harun Masiku, akan tetapi memang tidak mau. ICW juga turut mengusulkan agar Tim Satuan Tugas yang dibentuk untuk mencari Harun Masiku lebih baik dibubarkan saja. Sebab, sampai saat ini efektivitas dari tim itu tidak kunjung terlihat," kata Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana. (tribun network)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved