Breaking News:

Berita Blora

Gandeng Desa Wisata Institute, Dua Desa di Blora akan Dikembangkan Jadi Desa Wisata

Dua desa di Kabupaten Blora akan dikembangkan menjadi desa wisata, yakni Desa Bangsri dan Desa Bangowan.

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: sujarwo
Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Pemdampingan desa wisata di Kabupaten Blora oleh Desa Wisata Institute 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA  - Dua desa di Kabupaten Blora akan dikembangkan menjadi desa wisata. Kedua desa tersebut yakni Desa Bangsri, Kecamatan Jepon dan Desa Bangowan, Kecamatan Jiken.

Pengembangan menjadi desa wisata ini diawali demgan pelatihan dan pendampingan dari Desa Wisata Institute.  

Kabid Pariwisata Dinporabudpar Blora,  Wahyu Tri Mulyani mengatakan, bahwa pendampingan dan pelatihan desa wisata ini dilakukan selama dua bulan. Untuk pertemuan kali ini diskusi dan melihat langsung kegiatan desa wisata, melihat hasil pengembangan produk wisata, serta diskusi penguatan produk wisata.

"Pelatihan dan pendampingan desa wisata akan dilaksanakan selama dua bulan sampai dengan Desember 2020, yang mana pada hari pertama diselenggarakan di Balai Desa Bangsri dan hari kedua di Desa Bangowan. Kemudian pada akhir pendampingan akan dilakukan ujicoba desa wisata, untuk memaksimalkan pengembangan desa wisata," kata Wahyu, Senin (9/11/2020).

Sementara itu, pendiri Desa Wisata Institute, Doto Yogantoro mengatakan, semangat anak muda di kedua desa tersebut yang menjadi modal besar dalam pengembangan desa wisata. Sebab, dirinya sudah merasakan sendiri suasana keramahan warganya saat bermalam di desa tersebut.

"Bermalam di homestay Desa Bangsri sangat luar biasa, suasana sedulur dan keramahannya sangat terasa. sharing bersama warga serata tidak ada sekat dan canggung. Target kita langsung masuk kemasyarakat, bukan lagi teori. Usai pelatihan kita akan lakukan paket wisata," kata dia.

Sementara itu, Destha T. Rahardjana, sebagai seorang peneliti pusat studi pariwisata UGM menjelaskan, bahwa penerapan Sapta Pesona sangat penting untuk meningkatkan citra tempat wisata. 

"Pentingnya penerapan Sapta Pesona juga akan menarik minat wisatawan berkunjung ke suatu daerah, sehingga meningkatkan posisi masyarakat sebagai penerima manfaat  yang sebesar-besarnya dari pengembangan kegiatan kepariwisataan," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinporabudpar Blora Slamet Pamudji mengatakan, Desa Bangsri tidak punya potensi wisata, tetapi pemimpin dan warganya punya potensi semangat yang luar biasa untuk mengembangkan desa wisata. Begitu juga Desa Bangowan, semangatnya untuk membangun desa wisata sangat luar biasa dalam membangun kampung halamannya.

"Desa Bangsri dan Desa Bangowan punya potensi wisata yang sangat bagus, dimana pemimpin dan warganya memiliki semangat yang luar biasa untuk mengembangkan kampung halamannya menjadi Desa Wisata," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved