Breaking News:

Berita Sragen

Geram Masalah Kartu Tani di Sragen, Dedy Minta PPL Selesaikan dalam Sepekan

Geram dengan permasalahan kartu tani dan pendistribusian pupuk, PLT Bupati Sragen Dedy Endriyatno beri waktu satu pekan untuk perbaiki kinerja.

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
PLT Bupati Sragen Dedy Endriyatno ketika melakukan rapat koordinasi dengan para PPL dan instansi terkait pembahasan pendistribusian pupuk bersubsidi, Selasa (10/11/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Geram dengan permasalahan kartu tani dan pendistribusian pupuk, PLT Bupati Sragen Dedy Endriyatno beri waktu satu pekan untuk perbaiki kinerja.

Hal itu Dedy sampaikan usai rakor penyaluran pupuk bersubsidi di aula Sukowati, Selasa (10/11/2020). Ia menyampaikan penyerapan pupuk melalui kartu tani baru terealisasi sebesar 8%.

"Penyerapan yang dilakukan oleh kartu tani baru 8%. Banyak permasalahan di lapangan, kartu tani hilang, lupa pin dan sebagainya. Itu kalau kita biarkan regulasi selesai tidak akan pernah selesai," kata Dedy.

Dedy menyampaikan permasalahan saat ini ialah rata-rata petani sudah tua dan untuk menghafalkan pin ATM sudah tidak bisa. Dia meminta segala permasalahan petani agar diselesaikan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

"Semua permasalahan di lapangan yang dihadapi petani itu tanggung jawab PPL. Mereka menginventarisasi permasalahan dan mencari solusinya. Masalah ini penyelesaiannya seperti apa, koordinasi dengan siapa, hubungi siapa harus jelas," tegas Dedy.

Selain itu Dedy meminta seluruh petani yang menggunakan kartu tani harus bisa menyesuaikan dengan fasilitas dan teknologi terbaru ini.

BRI sebagai penyedia sistem juga harus bertanggung jawab sebagai penyelenggara itu sendiri, kata Dedy. Sehingga permasalahan yang timbul karena sistem itu BRI harus bertanggung jawab.

"Yang dikeluhkan itu kan kebanyakan dari PIN lupa atau orang yang memegang kartu tani sebelumnya sudah meninggal dunia. Ini tidak boleh terus terjadi, mereka terus mengeluh bahwa masih dalam masa transisi atau pergantian sistem, sampai kapan? Padahal sudah 3 tahun lamanya," katanya.

Dedy menyampaikan sangat marah karena masih dipandang masa transisi. Dia meminta mau tidak mau, dipaksakan tahun ini harus sudah selesai sehingga tahun depan tidak ada lagi permasalahan yang sama.

Sementara itu, Asisten Manager Bisnis Mikro BRI Sragen, Pardji Raharjo menyampaikan total kartu tani sebanyak 108.159. Saat ini penyaluran sudah mencapai 93%.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved