Breaking News:

Berita Blora

Jelang Puncak Musim Hujan, Bupati Kokok: Alhamdulillah Blora Bencana Ringan-ringan

Bupati Blora Djoko Nugroho menyebut potensi bencana yang terjadi di Kabupaten Blora masih terbilang ringan

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: muslimah

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Bupati Blora Djoko Nugroho menyebut potensi bencana yang terjadi di Kabupaten Blora masih terbilang ringan.

Misalnya banjir, itu pun karena luapan dari aliran Bengawan Solo.

"Blora alhamdulillah bencana ringan-ringan. Biasanya banjir. Banjir biasanya dari Bengawan Solo. Airnya landai.

Airnya pelan-pelan, dua tiga jam airnya habis," ujar Kokok sapaan akrabnya saat apel kesiapsiagaan dan gelar peralatan penanggulangan bencana di Alun-alun Blora, Rabu (11/11/2020).

Untuk itu dia mengimbau kepada seluruh warga yang tinggal di sekitar aliran sungai agar tetap waspada dan hati-hati.

Selain Bengawan Solo, di Blora ada Sungai Lusi yang juga turut memberi ancaman bencana. Sebab, kata Kokok, sungai ini memiliki aliran yang deras saat debitnya meningkat.

"Sepanjang aliran Sungai Lusi itu yang bahaya. Kalau Bengawan Solo malah tidak. Kalau Bengawan Solo karakter airnya tidak, kalau Lusi kencang, Bengawan Solo landai.

Bengawan solo melewati Cepu, Kedungtuban, Kradenan, Lusi (melewati) kira-kira lima kecamatan," ujar dia.

Namun, selain banjir juga terdapat ancaman bencana lain misalnya puting beliung.

Baru-baru ini puting beliung merusak sejumlah rumah warga di Desa Bangkleyan, Kecamatan Jati; Desa Kutukan, Kecamatan Randublatung; dan Desa Tanjung, Kecamatan Kedungtuban.

"Angin puting beliung sudah terjadi di Kabupaten Blora. Itu memang sulit diprediksi," ujar dia.

Demi menghadapi adanya potensi bencana yang kapan saja bisa terjadi, Kokok meminta kepada seluruh elemen utamanya mereka bertugas dalam hal kebencanaan, misalnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) agar cepat dalam menangani bencana.

Apel kesiapsiagaan dan gelar peralatan yang diikuti oleh anggota BPBD, PMI, TNI, Polri, dan Pemadam Kebakaran ini juga dilakukan simulasi jika terjadi bencana. Masing-masing peralatan juga didemonstrasikan kegunaannya jika bencana tiba. Misalnya perahu karet dan perabot dapur umum.

"Jaga-jaga orangnya. Sambil ngecek peralatannya, suatu saat ada apa-apa sudah gampang," kata dia. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved