Breaking News:

Berita Jateng

Laju Penggembungan Tubuh Gunung Merapi Kini 12 Sentimeter Per Hari, Intensitas Guguran Naik

Intensitas guguran Gunung Merapi terus menunjukkan peningkatan hingga Selasa (10/11/2020). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan

Editor: m nur huda
Kompas.com/Anggara Wikan Prasetya
Puncak Gunung Merapi dilihat dari Wisata Kali Talang, Klaten, Jawa Tengah. 

TRIBUNJATENG.COM, YOGYAKARTA - Intensitas guguran Gunung Merapi terus menunjukkan peningkatan hingga Selasa (10/11/2020).

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan sempat terdengar suara guguran sebanyak satu kali dari pos pemantauan Gunung Merapi (PGM) Babadan dengan kekuatan sedang pada periode amatan Selasa (10/11/2020) pukul 12.00-18.00 WIB.

"Terdengar suara guguran satu kali dari Pos Babadan (dengan kekuatan) sedang," ujar Kepala BPPTKG, Hanik Humaira, Selasa (10/11/2020).

Baca juga: Inilah 3 Kecamatan di Sleman yang Dilewati Pembangunan Tol Yogyakarta-Bawen

Baca juga: Inilah 27 Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Jateng Terbanyak, Ada 7 Daerah

Baca juga: Aksi Heroik Sopir Bus Sari Harum Pembawa Rombongan Peziarah Masuk Jurang, Semua Selamat

Baca juga: Anies Baswedan Temui Rizieq Shihab di Petamburan, Tengku Zulkarnain: Saling Lepas Rindu

Pada periode amatan yang sama, secara visual gunung terlihat jelas hingga kabut 0-II.

Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50 m di atas puncak kawah.

Suara guguran Gunung Merapi juga sempat teramati oleh BPPTKG sebanyak dua kali dengan kekuatan lemah hingga cukup keras dari Kaliurang pada Selasa (10/11/2020) antara pukul 00.00-06.00 WIB.

Sementara secara visual, dalam periode amatan di hari yang sama pukul 00.00-12.00 WIB asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal dan tinggi 50 m di atas puncak kawah.

Pada periode amatan sehari sebelumnya, Senin (9/11/2020) pukul 00.00-24.00 WIB.

BPPTKG melaporkan teramati guguran kecil sebanyak satu kali di sektor barat pada L 1888.

Pada periode ini pula, terdengar suara guguran sebanyak dua kali dari Babadan dan Turgo, antara pukul 18.00-24.00 WIB.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved