Breaking News:

Berita Pekalongan

Musim Hujan Tiba, Warga Kabupaten Pekalongan Harus Waspada Bencana Angin dan Banjir

BPBD Kabupaten Pekalongan mulai ancang-ancang menghadapi risiko bencana yang terjadi memasuki musim penghujan.

Tribun Jateng/Indra Dwi Purnomo
BPBD Kabupaten Pekalongan saat menggelar rakor terkait kesiapsiagaan bencana di aula Setda lantai 1. 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - BPBD Kabupaten Pekalongan mulai ancang-ancang menghadapi risiko bencana yang terjadi memasuki musim penghujan, seperti banjir dan lainnya.

Kejadian bencana yang berpotensi terjadi pada musim penghujan seperti angin ribut, banjir, hingga tanah longsor.

Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Pekalongan, pada musim penghujan tahun 2019 kejadian didominasi banjir, angin, longsor, rob, dan tanah gerak.

"Musim penghujan tahun 2019, paling banyak didominasi banjir ada 22 kejadian, kemudian angin ada 18 kejadian, longsor ada 8 kejadian, rob 6 kejadian, dan 3 kejadian tanah gerak."

"Oleh karena itu, untuk menghadapi bencana pada tahun ini kami menggelar rakor bersama TNI-Polri, dinas terkait, camat, PMI, dan semua relawan yang ada di Kabupaten Pekalongan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan Budi Rahardjo saat ditemui Tribunjateng.com, di aula lantai 1 Kabupaten Pekalongan, Rabu (11/11/2020) siang.

Selain itu, berdasarkan informasi dari BMKG, musim penghujan sudah mulai turun dan untuk puncaknya diperkirakan terjadi bulan Februari 2021.

"Bulan ini sudah terjadi, namun untuk intensitas hujannya masih sedang dan puncak musim hujan bulan Januari hingga Februari 2021," imbuhnya.

Budi mengungkapkan, pihaknya juga sudah memetakan daerah yang rawan bencana alam di Kabupaten Pekalongan.

"Terkait dengan kesiapsiagaan ini, kami dari BPBD sudah melakukan langkah-langkah untuk antisipasi kesiap-siagaan, di antaranya melaksanakan rakor, terus memetakan daerah rawan bencana m"

"Secara garis besar, wilayah Selatan Kabupaten Pekalongan rawan longsor. Sedangkan wilayah Utara rawan banjir," ungkapnya.

Kemudian, pihaknya juga menyiapkan peralatan, personil, dan logistik untuk antisipasi bencana itu terjadi.

"Posko induk siaga ada di kantor BPBD, lalu untuk posko siaga bencana kecamatan, di masing-masing kecamatan. Terus, apabila terjadi bencana banjir besar, di kantor Kecamatan Wiradesa," tandasnya.

Budi menambahkan, di awal bulan ini sudah ada beberapa bencana di Kabupaten Pekalongan diantaranya longsor, angin kencang, dan pohon tumbang.

"Dari data sementara untuk bulan Oktober hingga November 2020, sudah ada 9 kejadian yaitu longsor, angin puting beliung, dan pohon tumbang."

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati, apabila terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba dan berdoa bersama agar bencana tidak terjadi di Kabupaten Pekalongan," tambahnya. (*)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved