Breaking News:

Berita Salatiga

Tenaga Ahli Presiden Blak-blakan Cara Jokowi Bangun Wilayah Timur Indonesia

Laus Deo Calvin Rumayom menyebut dalam rangka mempercepat pembangunan di Papua diperlukan model pendekatan baru satu di antaranya secara antropologis.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: Daniel Ari Purnomo
Istimewa
Tenaga Ahli Madya Kedeputian V Kantor Staf Presiden RI Laus Deo Calvin Rumayom saat menjadi narasumber seminar bertajuk “Membangun Kawasan Indonesia Timur sama dengan Membangun Indonesia” secara daring di UKSW Salatiga, Kamis (12/11/2020).  

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Tenaga Ahli Madya Kedeputian V Bidang Politik, Hukum, Pertahanan, Keamanan Kantor Staf Presiden Republik Indonesia Laus Deo Calvin Rumayom menyebut dalam rangka mempercepat pembangunan di Papua diperlukan model pendekatan baru satu di antaranya secara antropologis.

Hal tersebut disampaikan, Laus dalam seminar online oleh Lembaga Layanan Kemahasiswaan (LLK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga bertajuk "Membangun Kawasan Indonesia Timur sama dengan Membangun Indonesia” Kamis (12/11/2020).

Menurut Laus Deo, pembangunan nasional masih belum merata. Konsentrasi tertinggi ada di pulau Jawa, karena itu pemerataan pembangunan tidak bisa lagi hanya sekadar wacana.

“Secara khusus di Papua dan Papua Barat perlu dibangun sistem dan cara kerja baru agar hasilkan lompatan kemajuan. Sebagai respon atas instruksi Presiden terkait percepatan pembangunan di Papua dan Papua Barat maka perlu dilakukan sejumlah pendekatan baru. Apabila sebelumnya menggunakan pendekatan keamanan maka kini menjadi tiga pendekatan yakni antropologis, kesejahteraan serta evaluatif,” terangnya dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Kamis (12/11/2020)

Pendekatan antropologis dijelaskan Laus Deo dilakukan dengan melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan. Sedangkan pendekatan kesejahteraan dilakukan dengan terus menggenjot pembangunan di berbagai bidang untuk meningkatkan konektivitas yang berujung pada peningkatan kesejahteraan.

Ia menjelaskan, pendekatan evaluatif yang dilakukan dengan mengawasi secara ketat pembangunan di Papua lewat kunjungan kerja rutin setiap tahun.

“Infrastruktur penting tapi harus diimbangi penguatan SDM sehingga pemimpin di aras daerah mampu membawa masyarakat keluar dari keterpurukan.  Semoga diskusi ini dapat memberi rekomendasi dari akademisi sebagai masukan ke kementerian dan lembaga terkait,” katanya

Hal senada juga diungkapkan Perwakilan Generasi Muda Papua Herepa Hesegem yang menilai pendidikan sangat penting dan mendasar bagi penguatan SDM Papua. Pembangunan yang gencar dilakukan pemerintah pusat harus selaras dengan peningkatan pendidikan generasi muda.

Harepa mengusulkan, sebagai rekomendasi pembangunan Papua kedepan diperlukan keterlibatan generasi muda Papua menjadi prioritas. Selama ini kata dia, di lapangan masih kurang keterlibatan masyarakat asli Papua.

“Pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah harus berorientasi pada kesejahteraan warga Papua, percuma saja bangun fisik kalau tidak dapat dirasakan oleh warganya. Perlu alokasi anggaran besar untuk pendidikan agar pembangunan di Papua dapat terealisasi,” ujarnya

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved