Breaking News:

Uji Klinis Vaksin Covid-19 Sinovac Dirilis Januari 2021

Kalau kasus Covid-19 nasional sudah menurun dan stabil, nanti akan diputuskan bersama oleh tim-tim ahli terkait kapan Indonesia bisa buka masker

Shutterstock
Ilustrasi vaksin corona 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Anggota Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional Prof Dr dr Soedjatmiko, Sp.A(K) memberikan clue terkait kapan Indonesia bisa buka masker alias bisa bebas dari pandemi Covid-19 yang sampai saat ini melanda. Prof Soedjatmiko menyebut, bangsa ini bisa bebas dari pandemi ketika jumlah kasus terkonfirmasi positif dan meninggal akibat Covid-19 sudah sangat sedikit.

Hal ini disampaikan Prof Soedjatmiko dalam diskusi bertajuk 'Tak Kenal Maka Tak Kebal' yang disiarkan di kanal YouTube MNC Trijaya, Kamis (12/11)."Kalau gitu kita kapan buka masker? Tunggu sampai betul-betul kasus yang meninggal itu sangat sedikit, tidak lagi yang positif meningkatkan 3.700 per hari, pernah kita sampai 4.000 lebih per hari," ujar dia.

Kalau kasus Covid-19 nasional sudah menurun dan stabil, nanti akan diputuskan bersama oleh tim-tim ahli terkait kapan Indonesia bisa buka masker. "Entah kapan, mudah-mudahan segera, itu baru pelan-pelan. Karena kita belum tahu kapan, sementara pemerintah dan para ahli belum membolehkan buka masker," kata dia.

"Sementara tetap pemerintah melakukan 3T dan masyarakat tetap melakukan 3M sambil menunggu vaksin tersedia," sambung dia.

Prof Soedjatmiko menyadari betul situasi akibat pandemi Covid-19 ini. Antara tiap hari sekitar 70 - 120 orang Indonesia meninggal gara-gara Covid-19.

Dampaknya ekonomi lumpuh, kesehatan sangat berat bebannya, dan semua aktivitas terganggu. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dengan PSBB, 3T (Testing, tracing, treatment) dan 3M (Pakai Masker, Jaga Jarak, Cuci Tangan).

"Tetapi tampaknya hasilnya lambat sekali, sehingga tiap hari masih meninggal 70 - 120 per hari. Pernah 160 orang per hari," kata Prof Soedjatmiko.

Dia menjelaskan, kondisi seperti di Indonesia ternyata juga dialami oleh beberapa negara di dunia. Sehingga para pakar kesehatan di berbagai negara yang sudah terbiasa menghadapi wabah, lanjut dia, sangat berharap bahwa dengan imunisasi atau vaksinasi Covid-19 dapat mempercepat penghentian pandemi.

"Ini pokok pendapat dari berbagai pakar di berbagai negara, tetapi bukan hanya dengan vaksin, tetap selama vaksin 3T dan 3M tetap lanjut," kata dia.

Semua negara tentu menginginkan vaksin Covid-19 yang dipakai aman dan juga bermanfaat, serta efektif. Di negara-negara yang melakukan uji klinik vaksin ada badan-badan yang mengawasi sejak awal.Sejak mulai membuat proposal penelitian, uji pra klinik pada hewan, uji klinik fase satu, fase dua, fase tiga, di semua negara ada yang mengawasi. "Kalau di Indonesia, minimal ada satu badan POM," kata dia.

Halaman
123
Editor: rustam aji
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved