Breaking News:

Berita Internasional

Bocah 6 Tahun Ini Tercatat sebagai Pahlawan Anti-Nazi Termuda, Apa Perannya?

Tertulis di tugu peringatan bersama para pejuang anti-Nazi, nama pahlawan termuda dari Perlawanan Perancis yang berusia 6 tahun.

Editor: M Syofri Kurniawan
Kompas.com/Istimewa
Foto yang disediakan oleh keluarga Bremaud ini menunjukkan Marcel Pinte. Quinquin, nama kodenya, mengikuti perintah, melintasi garis musuh untuk menyampaikan pesan jika diperlukan. Pada akhirnya dia terbunuh oleh tembakan teman, pada usia 6 tahun, kemungkinan anggota termuda dari Perlawanan Perancis yang berperang menduduki Nazi selama Perang Dunia II. Marcel Pinte termasuk di antara yang jatuh yang dihormati pada hari Rabu, ketika Prancis memperingati gencatan senjata 11 November 1918 yang mengakhiri Perang Dunia I dan memberi penghormatan kepada semua orang yang telah mati untuk bangsa. (Courtesy of the Bremaud family via AP) 

TRIBUNJATENG.COM, PARIS - Tertulis di tugu peringatan bersama para pejuang anti-Nazi, nama pahlawan termuda dari Perlawanan Prancis yang berusia 6 tahun.

Namanya Marcel Pinte.

Pinte, bocah laki-laki, yang membawa pesan untuk Perlawanan, meninggal secara tragis pada Agustus 1944, ketika salah satu senjata Sten gerilyawan meledak secara tidak sengaja.

Baca juga: Respons Syekh Ali Jaber Ketika Bertemu Habib Rizieq FPI

Baca juga: Video Pasar Weleri Kendal Terbakar

Baca juga: Empat Jam Api Masih Berkobar dalam Kebakaran Pasar Weleri Kendal

Baca juga: Banjir Air Mata Pasca Pernikahan di Sragen, Sekeluarga Meninggal karena Covid Diawali Mempelai Wanta

Dia dihormati pada Hari Gencatan Senjata di sebuah upacara di Aixe-sur-Vienne, dekat kota Limoges di Prancis tengah, sebagaimana informasi yang dilansir dari BBC pada Kamis (12/11/2020).

Ayah bocah itu diketahui adalah seorang pemimpin Perlawanan.

Eugène Pinte, alias Athos, menjalankan jaringan Perlawanan dari rumah pertanian keluarga terpencil di La Gaubertie, sebuah dusun di daerah Aixe-sur-Vienne.

Apa peran Marcel?

Anak laki-laki itu adalah seorang agen penghubung, membawa pesan dan surat rahasia ke peternakan sekitarnya.

"Dengan tas sekolah di punggungnya, dia tidak menimbulkan kecurigaan," kata Marc Pinte, cucu dari ayah Marcel.

Marcel mengejutkan orang-orang dengan ingatannya yang "mencengangkan" dan dipercaya untuk menyampaikan pesan kepada para pemimpin Perlawanan, yang dia sembunyikan di balik kemejanya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved