Breaking News:

Fokus: Jagat Pencemooh

setiap orang yang aktif ber-medsos saat ini sulit untuk tidak terpapar informasi, hingga seolah kesulitan untuk tidak mencemooh.

Penulis: arief novianto | Editor: Vito
tribun jateng
arief novianto, wartawan tribun jateng 

Kemarin, Jumat (13/11), Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah menangkap dua orang penyebar video asusila mirip artis Gisel. Dua pelaku berinisial PP dan MM itu kemudian langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus memastikan, penyidik Ditreskrimsus akan terus melakukan penyidikan untuk memburu pihak pertama yang menyebarkan video itu.

Polisi sebelumnya menyatakan ada lima akun media sosial yang menyebarkan video porno diduga mirip Gisel. Polisi juga akan menelisik sosok pemeran adegan syur pada video itu.

Rasanya, setiap orang yang aktif ber-medsos saat ini sulit untuk tidak terpapar informasi-informasi yang sebelumnya tidak terpikir atau ingin diketahui.

Bahkan, hal itu selanjutnya juga memancing mereka ikut berkomentar, atau membuat status yang cenderung 'julid'. Netizen pun seolah kesulitan untuk tidak menjadi pencemooh.

Meski publik selalu terbelah dalam menanggapi sesuatu yang viral, baik yang pro maupun kontra cenderung hampir tidak bisa mengendalikan jarinya untuk tidak mencemooh lawannya di medsos.

Warganet yang kontra sudah pasti 'julid', sementara yang pro bisa dipastikan membela, tetapi tetap mencemooh yang kontra.

Kini, medsos tak ubahnya seperti jagat pencemooh. Padahal, mencemooh sama juga mencemari hati dan pikiran, bahkan mempengaruhi tingkat kebahagiaan.

Dikutip dari Pijarpsikologi.org, komentar yang mencemooh justru akan membuat orang menjadi depresi. "Berbahagialah orang yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh," kata Pendeta GJKI Keluarga Shallom, Andreas Kusnin, dalam satu kotbahnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved