Breaking News:

Berita Semarang

UT Semarang Berdayakan Keluarga Miskin di Kelurahan Wonosari dengan Usaha Olahan Singkong

Universitas Terbuka (UT) Semarang berupaya mengembangkan destinasi wisata kuliner di Kota Semarang.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: sujarwo
UT Semarang Berdayakan Keluarga Miskin di Kelurahan Wonosari dengan Usaha Olahan Singkong
Istimewa
Direktur UT Semarang, Barokah Widuroyekti (kanan), menyerahkan bibit kepada perwakilan warga sebagai tanda dimulainya program PKM UT di RT 6 Kelurahan Wonosari, Ngaliyan, Semarang.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Universitas Terbuka (UT) Semarang berupaya mengembangkan destinasi wisata kuliner di Kota Semarang. Melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), kuliner yang dikembangkan berbasis olahan singkong.

Program tersebut dijalankan di Kelurahan Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Dipilihnya kelurahan tersebut tak lain karena masih banyaknya warga yang secara ekonomi tergolong kategori miskin.

"Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengurangi jumlah keluarga miskin. Dengan program ini, diharapkan dapat meningkatkan penghasilan keluarga-keluarga miskin peserta program," kata tim PKM UT Semarang, Aini Indriasih, Senin (16/11/2020).

Aini menyampaikan akar permasalahan kemiskinan di Kelurahan Wonosari adalah keterbatasan ekonomi. Melihat kondisi tersebut, solusi untuk mengatasinya adalah menggunakan strategi peningkatan penghasilan keluarga prasejahtera.

Dalam pelaksanaannya, UT Semarang memfokuskan program pada RT 6 Kelurahan Wonosari. Saat ini sudah ada beberapa kelompok yang dibentuk. Melalui penumbuhan kelompok wirausaha itu, diharapkan tercipta "Desa Wisata Olahan Singkong" berbasis potensi lokal.

"Awalnya, keluarga prasejahtera di RT 06 Kelurahan Wonosari kami dekati, kemudian kami beri motivasi dan diseleksi untuk menjadi wirausaha baru di bidang industri keripik singkong dan olahan singkong lainnya," paparnya.

Direktur UT Semarang, Barokah Widuroyekti menjelaskan, keripik singkong dan olahan singkong lainnya dipilih sebagai komoditas usaha karena warga Kelurahan Wonosari sudah memiliki industri keripik singkong yang cukup berkembang.

Sehingga program PKM dari UT Semarang tinggal mengarahkan warga agar lebih kreatif dalam memproduksi olahan singkong dan mengemasnya dengan baik.

"Kelompok masyarakat Kelurahan Wonosari terutama RT 6, kami treatment dengan berbagai pelatihan dan pemberian motivasi agar mereka bisa siap mental, fisik dan keterampilan menjadi wirausaha," tuturnya.

Dari apa yang dilakukan, warga menyambut baik program PKM tersebut. Bahkan warga dari kalangan ibu-ibu, mengaku senang karena dapat membantu menambah penghasilan suami.

"Dengan ikut kelompok program ini, ibu-ibu di sana (RT 6 Kelurahan Wonosari--red) senang karena ada kegiatan tambahan setiap harinya. Bahkan mereka berharap produk-produk olahan singkong karya kelompok bisa jadi oleh-oleh khas Kota Semarang," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved