Breaking News:

Biaya Perawatan Pasien Covid 19 di Rumah Sakit Rp 184 Juta, Tertinggi Rp 446 Juta

Wiku menyinggung kasus COVID-19 di tingkat nasional yang mengalami kenaikan 17,8 persen di pekan ini.

BBC Indonesia/GETTY IMAGES
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar pasien Covid-19 dengan gangguan pernapasan akut ditempatkan dalam posisi tengkurap selama beberapa jam. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA- Persentase kasus kematian akibat Covid 19 (fatality rate) di Indonesia mengalami penurunan 8,9 persen dibanding pekan sebelumnya. "Meskipun angka kasus positif mengalami peningkatan drastis (17,8%) pada pekan ini, namun kami apresiasi bahwa kita berhasil mengalami penurunan 8,9 persen pada penambahan kasus meninggal di pekan ini," Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam siaran di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa(17/11).

Wiku menyinggung kasus COVID-19 di tingkat nasional yang mengalami kenaikan 17,8 persen di pekan ini. Kondisi itu perlu menjadi perhatian daerah untuk memperbaiki angka kematian.

"Dengan tingginya penambahan kasus positif pekan ini, pemerintah punya peluang untuk perbaiki angka kematian dengan memastikan seluruh kasus positif ditangani dengan baik dan menjadi sembuh seluruhnya," katanya.

Sementara itu Juru Bicara Satgas COVID-19 lainnya, Reisa Broto Asmoro mengatakan dampak mencegah penularan covid 19 melalui kampanye 3M sangat luar biasa dampaknya. Selain membantu tenaga medis juga mengurangi beban daya tampung ruang perawatan di rumah sakit darurat covid 19.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Hasbullah Thabrany memaparkan, dampak ekonomi yang lebih jauh lagi dari tertular Covid-19. Ia menyampaikan, biaya penanganan covid-19 dapat mencapai sampai Rp600 juta.

Prof. Hasbullah lebih lanjut menyatakan, survey di 9 Provinsi di Indonesia dalam mengkaji biaya pengobatan Covid-19, menemukan biaya tertinggi mencapai Rp 446 juta. "Rata-rata dana yang dikeluarkan untuk mengobati satu pasien COVID-19 adalah Rp184 juta, dengan rata-rata lama perawatan 16 hari rawat inap," terangnya.

Prof. Hasbullah menekankan, Covid-19 bisa dicegah melalui perilaku dan menjaga gaya hidup sehat. “Oleh karena itu, jangan gampang menyalahkan Tuhan kalau kita sakit. Tuhan tidak akan memberikan seseorang musibah ataupun pahala dan rezeki tanpa melihat sejauh apa usahanya. Jadi Covid-19 ini sebenarnya penyakit yang bisa dicegah, melalui penerapan disiplin 3M. Apalagi kita tahu bahwa setelah sakit, kita tidak bisa bekerja," ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa Covid-19 menimbulkan beban dan merugikan negara. Hingga kini, perawatan pasien virus corona masih menjadi tanggungan negara yang menggunakan dana APBN untuk penanganannya. Diketahui, pengeluaran negara mencapai 800 triliun (APBN, APBD, dan dana desa) untuk pengobatan hingga program pemulihan ekonomi akibat pandemi. Apabila masyarakat disiplin melakukan gerakan 3M, kerugian negara bisa ditekan, dan dampak lainnya kasus Covid-19 pun juga menurun.

“Apabila kita menggunakan masker kain yang bisa dicuci, biayanya sangat murah. Mungkin satu hari tidak sampai Rp5.000. Tapi begitu tertular COVID-19, katakanlah penghasilan kita 1 hari Rp100 ribu, selama dirawat 15 hari saja, maka kita kehilangan satu setengah juta rupiah. Lebih baik kita mengeluarkan Rp5.000 sehari dan mengupayakan disiplin 3M, daripada kehilangan satu setengah juta. Ini yang harus kita pikir panjang. Jangan hanya berpikir buat hari ini atau besok saja”, terang Prof. Hasbullah.

Menjelaskan soal vaksin COVID-19 yang sedang dipersiapkan, Prof. Hasbullah menyatakan, vaksin sudah pasti lebih murah dibandingkan merawat atau mengobati.

“Dengan divaksin ini menguntungkan kita semua, kita menjadi tidak terkena virus dan kita tidak menularkan virus kepada orang lain, ini adalah amal karena mencegah orang lain jadi tidak kena musibah dari virus," katanya.

Satgas Covid-19 menyatakan, ada hal yang lebih murah mencegah terkena penyakit dengan vaksin dan sambil menunggu vaksin (Covid) yang aman dan efektif jaga kondisi tubuh kita, agar tetap sehat, disiplin menerapkan 3M yang dipraktikkan sebagai satu kesatuan sangat membantu meringankan beban dalam kondisi serba sulit di masa pandemi Covid-19.(Tribun Network/rin/wly)

Editor: rustam aji
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved