Breaking News:

Berita Pekalongan

Pemkot Pekalongan Bahas Izin Pengajian Akbar Kanzus Sholawat Habib Lutfi

Pembahasan terkait ijin pelaksanaan pengajian akbar Kanzus Sholawat Habib Lutfi di Kota Pekalongan, dalam rangka memperingati Maulid Nabi berlanjut. 

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: Daniel Ari Purnomo
Tribun Jateng/ Indra Dwi Purnomo
Pembahasan izin acara pengajian Kanzus Sholawat Habib Lutfi, yang dilaksanakan oleh Polres Pekalongan Kota, Kodim 0710, Sekda Kota Pekalongan, dan panitia pelaksanaan pangajian, di Hotel Dafam Kota Pekalongan, Selasa (17/11/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pembahasan terkait izin pelaksanaan pengajian akbar Kanzus Sholawat Habib Lutfi di Kota Pekalongan, dalam rangka memperingati Maulid Nabi berlanjut. 

Baik Polres Pekalongan Kota, Kodim 0710, Sekda Kota Pekalongan, dan panita pelaksanaan acara bertemu di Hotel Dafam Kota Pekalongan, Selasa (17/11/2020) malam. 

Dalam pertemuan itu, beberapa agenda yang bertentangan dengan prosedur kesehatan di tengah pandemi turut diperbincangkan. 

Dipaparkan Sekda Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih, pengalaman pelaksanaan Maulid Nabi di Kota Pekalongan didatangi banyak orang. 

"Hal itu membuat kami dilema prihal pemberian izin, karena Pemkot sempat ditegur terkait protokol kesehatan karena bazar dalam rangkaian Maulid Nabi oleh Gubernur Jateng," katanya. 

Dilanjutkannya, Mendagri juga mengeluarkan instruksi untuk seluruh jajaran pemerintahan agar menjalankan protokol kesehatan. 

"Harapan kami Covid-19 segera berakhir, dan masyarakat menaati protokol kesehatan. Terkait izin saya tidak bisa memutuskan sendiri, jadi perlu pihak Polri dan TNI," paparnya. 

Adapun, Dandim 0710 Pekalongan, Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan, menerangkan, sistem pengajian akbar bisa diubah, tanpa hatus didatangi massa. 

"Jika biasanya digelar secara langsung, karena kondisi pandemi bisa digelar secara virtual," imbuhnya. 

Dijelaskannya, jika tetap dilaksanakan dan didatangi puluhan ribu massa akan menjadi masalah, karena kondisi di tengah pandemi. 

"Jika dibatalkan akan merugikan semua pihak, baik hotel, maupun masyarakat, termasuk nama kota Pekalongan. Untuk itu bisa dicairkan solusinya, satu di antaranya secara virtual," tuturnya. 

Ia manambahkan, untuk pelaksanaan pengajian virtual, nantinya TNI dan Polri akan membantu peralatan. 

"Instruksi dari pimpinan, TNI dan Polri diminta memaksimalkan peralatan untuk membantu menyiarkan acara secara virtual," tambahnya. (bud)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved