Berita Sragen
Debat Publik Pendalaman Visi dan Misi Paslon Bupati dan Wakil Bupati Sragen Sepi Penonton
Penyelenggaraan Debat Publik penyampaian Visi Misi Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sragen sepi penonton.
Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN – Penyelenggaraan Debat Publik penyampaian Visi Misi Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sragen sepi penonton.
Jumlah warga yang bisa masuk ke Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen tempat penyelenggaraan debat dibatasi dengan pertimbangan pencegahan Covid-19.
Ketatnya penjagaan, bahkan membuat sejumlah wartawan dilarang masuk oleh panitia. Debat publik ini hanya bisa diakses masyarakat lewat tayangan televisi, radio, Youtube, Facebook dan Instagram.
Hingga pukul 16.00 WIB jumlah penonton di youtube KPU Sragen sebanyak 1.987 dengan 40 penonton memberikan acungan jempol dengan 4 komentar.
Sementara tayangan Facebook di KPU Sragen diputar sebanyak 738 tayangan dengan 4 kali dibagikan oleh penonton. Sedangkan di Instagram @kpu_sragen tidak ditemukan video debat publik tersebut.
Jumlah ini jauh dari jumlah pemilih yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 745.665 orang.
Tidak Semua Bisa Mengakses
Salah seorang panelis debat yang juga pengamat politik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Agus Riewanto usai debat menyampaikan jam tayang debat kurang menarik.
"Jam tayang siang menurut saya kurang menarik, tayangan kalau malam masyarakat banyak orang yang bisa menonton. Debat ini masuk dalam jam kerja, dari sisi aspek penonton agar berkurang," katanya.
Adanya tayangan di Youtube, kata Agus membuat masyarakat dapat menonton siaran kapan saja. Menurutnya debat adalah salah satu media yang komprehensif, karena publik bisa tahu secara utuh gagasan calon.
"Hanya dalam partisipasi penonton tinggi atau tidak itu hal lain. Yang jadi masalah juga berapa yang mengakses karena teknologi pemerataan teknologi tidak bisa, kecuali masyarakat datang langsung," katanya.
Selama pandemi, menurutnya pertemuan dengan calon terbatas karena Covid-19. Sehingga dalam waktu debat satu jam penuh ini masyarakat bisa tahu gagasan, gestur tubuhnya dan mengetahui secara utuh informasi yang disampaikan.
"Debat ini diharapkan bisa mempengaruhi pemilih dalam menentukan pilihan 9 Desember mendatang," katanya. (*)