Breaking News:

Berita Tegal

Korban Pandemi Corona di Tegal Rintis Barbershop, Rata-rata Cukur 10 Kepala per Hari

Kedatangan pandemi virus corona atau Covid-19, menyebabkan Hary Wijaya Santosa (27) kehilangan pekerjaan di sebuah pabrik otomotif di Bekasi.

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: muh radlis

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Kedatangan pandemi virus corona atau Covid-19, menyebabkan Hary Wijaya Santosa (27) kehilangan pekerjaan di sebuah pabrik otomotif di Bekasi.

Hary adalah warga asli Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.

Dia menjadi salah satu karyawan yang harus mendapatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) di masa pandemi Covid-19.  

Meski demikian, kini Hary sudah memiliki usahanya sendiri di bidang barbershop atau pangkas rambut pria. 

Usahanya bernama KEZ Barbershop di Jalan Sangir Kelurahan Mintaragen, Kota Tegal. 

Hary bercerita, ia sudah bekerja selama 10 tahun di PT Denso Indonesia di Cibitung, Kabupaten Bekasi. 

Kemudian perusahaan mengalami kondisi buruk ketika pandemi Covid-19 datang, pada Maret 2020.

Mulai dari produksi menurun, gaji dipotong, hingga tunjangan dihilangkan. 

Dalam kondisi terpuruk, menurut Hary, perusahaan kemudian menawarkan dan mempersilahkan karyawan yang hendak keluar. 

"Akhirnya saya memutuskan untuk keluar. Saya gelombang terakhir, ada 70 orang yang berhenti. Saya memilih untuk berwirausaha di kampung halaman," kata Hary, mantan leader produksi manufacturing, kepada tribunjateng.com, Rabu (18/11/2020). 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved